RI Mau Bangun Pusat Data Center di Karimun, Batang, dan Bintan

Katadata
Bahaya AI Data Center
19/10/2026, 16.33 WIB

Pemerintah Indonesia bakal membangun hub data center baru di Pulau Karimun, Batang, hingga Bintan.  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Asia Tenggara saat ini sudah memiliki hub data center di Malaysia dan Singapura.

Namun, pembangunan data center tersebut ternyata membutuhkan banyak energi. Bahlil menyebut sejumlah negara mulai menghentikan sementara atau membatasi izin pembangunan pusat data karena membutuhkan listrik dan air dalam jumlah besar.

“Di Asia Tenggara sudah ada hub antara Malaysia dan Singapura nah coba kami sekarang membangun hub baru untuk Indonesia yaitu antara Batang, Karimun, Bintan, kami coba dorong ke sana,” ucap Bahlil dalam Bali Tech Week 2026 di Sanur, Bali, Senin (19/10). 

Bahlil mengatakan pemerintah mendorong pembangunan pusat data ke wilayah yang memiliki ketersediaan air memadai dan tak padat penduduk dibandingkan di wilayah Jakarta, Jawa Barat, atau Bali. Pemerintah juga ingin memanfaatkan potensi energi baru terbarukan (EBT) untuk memenuhi kebutuhan listrik pusat data.

Menurut Bahlil, pemerintah berencana membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas sekitar 100 GWp. Ia menilai ketersediaan listrik dari EBT dapat menjadi peluang bisnis untuk menarik investor pusat data yang ingin menggunakan energi bersih.

Selain itu, ia menyebut Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sekitar 69,5 GW, dengan sekitar 70% di antaranya berasal dari energi baru terbarukan. Ia menyebut sinergi energi bisa dilakukan maksimal jika ditopang teknologi dan industrialisasi yang andal.

“Yang kompetitif, efisien itu memakai teknologi, teknologi merupakan bagian daripada industri digital yang bisa kita konekkan langsung di beberapa kawasan industri sekarang yang kita dorong,” ucap Bahlil. 

Adapun Indonesia tercatat memiliki 204 fasilitas data center pada September 2026. Hal itu menjadikan Indonesia negara dengan jumlah pusat data terbanyak keempat di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Cina, India, dan Jepang. 

Menurut DataCenterMap, Cina menempati posisi teratas dengan 376 fasilitas data center atau pusat data. India menyusul dengan 305 fasilitas, sedangkan Jepang memiliki 261 fasilitas. Indonesia berada di urutan keempat dengan 204 fasilitas, sekaligus menjadi pasar data center terbesar di Asia Tenggara dalam daftar tersebut. 

Malaysia berada di posisi berikutnya dengan 125 fasilitas, disusul Korea Selatan sebanyak 105 fasilitas. Adapun Amerika menempati posisi teratas dengan data center terbanyak di dunia sebanyak 4.767 fasilitas tercatat. Dari sisi persebaran fasilitas pusat data di dalam negeri tersebar di 32 kota di Indonesia dan masih terkonsentrasi di Jakarta. Ibu kota tercatat memiliki 107 fasilitas, atau lebih dari separuh total pusat data nasional dalam daftar tersebut.

Batam menempati posisi kedua dengan 20 fasilitas, diikuti Surabaya sebanyak sembilan fasilitas. Berikut daftar lengkapnya: 

  1. Jakarta: 107 
  2. Batam: 20 
  3. Surabaya: 9 
  4. Denpasar: 8 
  5. Bandung: 7
  6. Bekasi: 6 
  7. Makassar: 4 
  8. Bogor: 4 
  9. Pekanbaru: 3 
  10. Yogyakarta: 3 
  11. Medan: 3 
  12. Palembang: 3 
  13. Semarang: 2
  14. Bandar Lampung: 2 
  15. Banjarmasin: 2 
  16. Surakarta: 2 
  17. Banda Aceh: 2 Manado: 2 
  18. Balikpapan: 2 
  19. Jambi: 1 
  20. Malang: 1 
  21. Serang: 1 
  22. Ambon: 1 
  23. Cirebon: 1 
  24. Jember: 1 
  25. Kupang: 1 
  26. Madiun: 1 
  27. Manokwari: 1 
  28. Mataram: 1 
  29. Padang: 1 
  30. Pontianak: 1 
  31. Purwakarta: 1
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila