Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah melakukan riset pengembangan perangkat dan sistem smart sensor, serta aktuator untuk mendukung pemantauan pencemaran lingkungan secara berkelanjutan.
Pengembangan riset dilakukan BRIN melalui Pusat Riset Elektronika (PRE) Organisasi Riset Elektronika dan Informatika (OREI) berkolaborasi dengan Fakultas Teknik Universitas Widyatama. Keduanya baru meneken perjanjian kerja sama pada Rabu (7/1) lalu.
Perangkat dan sistem yang tengah dikembangkan khususnya memantau kondisi tanah, air, dan udara. Tidak hanya relevan untuk riset elektronika dan instrumentasi, Kepala PRE BRIN Yusuf Nur Wijayanto menyatakan, data yang dihasilkan juga bermanfaat untuk bidang teknik industri dan sistem informasi dalam pengelolaan dan analisis data lingkungan.
“Kami juga mendorong agar ke depan data sensor lingkungan dapat dimanfaatkan sektor lain, seperti pertanian dan perikanan,” kata Yusuf, dikutip dari keterangan resmi pada Jumat (9/1).
Senada dengan hal itu, Wakil Rektor III Universitas Widyatama Didit Damur Rochman berharap kolaborasi ini dapat menyentuh bidang riset lainnya, terutama untuk kepentingan masyarakat.
Arah Pengembangan Riset
Riset pengembangan sensor lingkungan ini diarahkan agar bisa menghasilkan sistem pemantauan lingkungan yang beroperasi 24 jam. Peneliti Ahli Utama PRE BRIN Goib Wiranto menjelaskan, fokus awal pengembangan prototipe dilakukan di Jawa Barat, memanfaatkan kompetensi sumber daya manusia di kedua lembaga.
Goib menambahkan, teknologi sensor yang dikembangkan berpotensi diperluas untuk memantau kebencanaan. Contohnya seperti sensor pergerakan tanah dan pemantauan kekuatan struktur bangunan secara daring dan real time.