Ruang kebijakan Indonesia untuk mengelola mineral kritis secara berdaulat justru semakin tertekan oleh rezim perjanjian perdagangan dan investasi internasional.
Ketua Tim Dekarbonisasi Pusat Industri Hijau Kemenperin, Sri Gadis Pari Bekti, mengatakan industri hijau bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga menyangkut posisi RI dalam perdagangan global.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pada 2015 hanya ada satu produk berbasis ESG, tetapi pada 2025 jumlah produk investasi ini telah berkembang menjadi 26 produk.
Tahun ini, program ‘Recycle Me’ hadir di wilayah Jabotabek (Jakarta dan sekitarnya), Bandung, Semarang, dan Bali (Badung), yang berfokus pada keberlanjutan dan pemberdayaan sosial.