Kebakaran Hutan Masih Landa 96 Ha Lahan di 6 Provinsi, Riau dan Sumsel Bertambah

ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/nz
Petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (13/9/2026). Dalam penanganan kebakaran tersebut, BB TNBTS dibantu 102 petugas dari berbagai unsur, yakni Manggala Agni BKSDA Bali, Manggala Agni Taman Nasional Bali Barat, Brigdalkarhut Jabalnusra, Balai Penegakan Hukum Kehutanan, serta unsur BPBD dan TNI-Polri, dengan dukungan berbagai peralatan pemadaman dan diperkuat water bombing dari Pemerintah Provinsi Jawa
30/9/2026, 08.55 WIB

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum padam di enam provinsi prioritas mencapai 96,07 hektare, dari total area terbakar 527,6 hektare, per Senin (28/9). Tren luas kebakaran menurun di empat provinsi, namun masih meningkat di Riau dan Sumatra Selatan. 

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, upaya pemadaman melalui operasi darat dan udara akan terus dilakukan hingga sisa area terbakar mencapai nol.

“Ada beberapa yang naik, di Riau itu artinya sisa yang belum dipadamkan itu lebih banyak 0,5 hektare. Tetapi di Sumatra Selatan, dibandingkan hari sebelumnya, itu ada selisih 4 hektare lebih,” kata Berton, dalam Konferensi Pers di Jakarta pada Selasa (29/9) sore. 

Total area karhutla yang tersisa itu menurun dibandingkan sehari sebelumnya, Minggu (27/8), yang mencapai 158,36 hektare. Adapun terjadi peningkatan luasan di Riau dari 0,5 hektare menjadi 1 hektare dan di Sumatra Selatan dari 16,55 hektare menjadi 20,7 hektare.

Di lokasi lainnya, luas area karhutla yang belum dipadamkan mencapai 5,34 hektare di Kalimantan Barat; 29,5 hektare di Kalimantan Tengah; 29,03 hektare di Kalimantan Selatan; dan 10,5 hektare di Jambi.

Berton menyampaikan, penanganan karhutla di wilayah Sumatra masih terkendala kondisi lahan yang kering dan berupa gambut, terbatasnya sumber air, perubahan arah angin, dan kesiapan sebagian armada water bombing. Tim pemadaman menyampaikan kesulitan untuk menjangkau kepala api.

Dia lalu menjelaskan, personel satgas operasi darat telah dikerahkan ke enam provinsi prioritas, paling banyak di Riau mencapai 14.837 personel. Juga, di Kalimantan Barat mencapai 14.575 personel dan di Sumatra Selatan mencapai 11.026 personel.

Sementara itu, operasi udara dilakukan dengan patroli dan operasi modifikasi cuaca, serta water bombing. Satu unit helikopter water bombing dikhususkan untuk penanganan karhutla di kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas di Lampung.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas