Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan dan Sumatera mengakibatkan sejumlah daerah di wilayah ini diselimuti oleh kabut asap.
Pemerintah menemukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berulang di area kelolaan perusahaan dengan total luas mencapai 1.511,55 hektare. Enam perusahaan disanksi.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia disebut bukan semata-mata akibat musim kemarau dan El Nino, melainkan ada campur tangan manusia di dalamnya.
Pemprov Kaltim memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya masih terkendali. Saat ini, statusnya masih pada tingkat siaga bencana.
Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh aparat penegak hukum untuk tidak ragu mencabut izin usaha korporasi yang terindikasi melakukan atau memerintahkan pembakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kebakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan menghanguskan 85 ribu hektare konsesi. KLH mencatat 335 perusahaan terindikasi memiliki titik api di wilayah konsesinya.
Kualitas udara Pontianak, Jambi, dan Pekanbaru mencapai level sangat tidak sehat. AQI Pontianak bahkan menembus 268 di tengah kebakaran hutan dan lahan.
Sejumlah media lokal dan nasional ramai mengabarkan tentang penunjukan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam yang sebagai koordinator penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Krisantus Kurniawan, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.