Katadata SAFE 2026 Dorong Aksi Nyata Keberlanjutan di Pemerintahan-Sektor Bisnis

Dok Katadata
Chief Executive Officer Katadata Metta Dharmasaputra saat pembukaan acara Katadata SAFE 2026, Rabu (16/9).
16/9/2026, 13.37 WIB

Katadata SAFE (Sustainability Action for the Future Economy) 2026 kembali digelar di Sudirman Hall, Sequis Tower, SCBD Jakarta dengan mengangkat isu ekonomi hijau yang berorientasi pada pelestarian lingkungan.

Mengusung tema The Green Changer, Katadata SAFE 2026 mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas arah pengembangan ekonomi hijau Indonesia.

Chief Executive Officer Katadata Metta Dharmasaputra mengatakan, tema The Green Changer dipilih karena sustainability diharapkan bukan sekedar jargon, namun bisa menjadi aksi nyata yang mewarnai kebijakan pemerintah maupun sektor bisnis.

Metta berharap, penyelenggaraan Katadata SAFE 2026 yang berlangsung selama dua hari bisa memfasilitasi hal tersebut. Forum diskusi yang melibat berbagai pemangku kepentingan diharapkan bisa mendorong sustainability menjadi aksi yang konkret.

“Mungkin akan lebih cepat kalau ada berbagai paket insentif dari pemerintah dan mudah-mudahan bisa kita bicarakan sehingga upaya ke arah sustainability bisa bergulir lebih cepat,” ujar Metta saat memberikan sambutan, Rabu (16/9). 

Dalam kesempatan tersebut, Metta juga menyampaikan bahwa Katadata telah meluncurkan KESGI (Katadata ESG Insight) Dashboard, sebuah platform analitik yang dirancang untuk menghimpun dan mengolah data environmental, social, and governance (ESG) perusahaan yang tercatat di pasar saham. 

Selanjutnya, akan diluncurkan Katadata ESG 50 Index atau daftar 50 emiten yang sehat secara finansial sekaligus berkelanjutan. “Ini adalah 50 emiten yang sehat secara finansial dan sustainability. Jadi 50 emiten ini akan menjadi acuan untuk orang bisa berinvestasi,” tuturnya. 

Asisten Deputi Percepatan Transisi Energi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Farah Heliantina yang juga hadir memberikan sambutan, menyampaikan bahwa tema The Green Changer menempatkan transformasi hijau sebagai penggerak kemajuan ekonomi Indonesia. 

“Kalau transformasi hijau menjadi green changer, ini diharapkan bisa meningkatkan investasi, sekaligus juga menurunkan emisi, meningkatkan produktivitas kemampuan industri dan menyejahterakan masyarakat,” kata Farah, Rabu (16/9).

Farah menambahkan, untuk mewujudkan hal tersebut terdapat tiga prioritas yang perlu dijalankan. Pertama, memperkuat ketahanan energi melalui transisi rendah emisi, termasuk mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan dan pengembangan infrastruktur pendukungnya.

Kedua, mendorong peningkatan kompleksitas dan daya saing industri yang ada di Indonesia, termasuk industri kendaraan listrik, kerja sama investasi, teknologi, serta penguatan peran pemasok lokal. Ketiga, meningkatkan keterampilan dan memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat melalui pemetaan kebutuhan tenaga kerja, reskilling, upskilling, dan sertifikasi.

“Kalau dari ketiga prioritas ini bisa dijalankan dan saling terhubung, maka investasi bisa menghasilkan industri yang lebih produktif dan kesempatan kerja yang lebih luas,” ujarnya.

Transisi Menuju Ekonomi Hijau

Dalam konteks transisi menuju ekonomi hijau, Indonesia telah menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca melalui NDC (nationally determined contribution) sebesar 31,89 persen pada 2030 dengan upaya mandiri dan 43,20 persen dengan dukungan internasional.

Selain itu, realisasi investasi bidang hilirisasi pada Semester I 2026 tercatat meningkat 6,9 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp300,1 triliun. Nilai tersebut berkontribusi 29,7 persen dari total realisasi investasi pada periode yang sama.

Transisi menuju green economy juga diproyeksikan mampu menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru, dengan porsi tenaga kerja hijau sekitar 3 persen dari total tenaga kerja nasional pada 2029.

Sebagai forum tahunan yang telah diselenggarakan sejak 2020, Katadata SAFE menjadi ruang bagi pemerintah, dunia usaha, investor, akademisi, dan masyarakat untuk bertemu dan membahas berbagai tantangan serta peluang menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Memasuki tahun ketujuh penyelenggaraannya, Katadata SAFE 2026 mengusung tema The Green Changer dan berlangsung pada 16–17 September 2026 di Sudirman Hall, Sequis Tower, SCBD Jakarta. Melalui rangkaian forum, lokakarya, pameran interaktif, serta kolaborasi lintas sektor, SAFE mendorong pertukaran gagasan dan aksi nyata untuk memperkuat ekonomi Indonesia yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.