Program peralihan kompor LPG ke kompor listrik akan dihujani insentif. Selain bantuan alat masak dan kompor listrik dari pemerintah, PLN juga menyiapkan skema insentif lainnya. Elektrifikasi dilakukan untuk mengurangi subsidi energi yang kian membengkak, ditambah kondisi global yang pengaruhi pasokan minyak dan gas. 

Executive Vice President Retail Sales and Customer Services PT PLN (Persero), Joni, mengatakan bahwa pemberian insentif untuk peralihan ke kompor listrik banyak belajar dari pemberian insentif untuk kendaraan listrik di awal-awal eranya.

Salah satunya melalui program kolaborasi ‘E-Stove’ yang rencananya diluncurkan akhir Oktober mendatang. Dia menjelaskan, program kolaborasi tersebut melibatkan para pabrikan kompor listrik, juga pengembang perumahan. 

“Kami membuat program juga bagi developer perumahan yang istilahnya menyiapkan (daya listrik) yang ready untuk kompor listrik, maka biaya penyambungan itu kami kasih discount khusus untuk perumahan itu,” kata Joni, dalam diskusi ‘Electrification of Cooking to Power Indonesia’s Next Growth’, Jumat (9/10). 

Joni kemudian menambahkan, ada potensi untuk melakukan shifting beban. “Kami juga bisa memberikan discount di waktu tertentu untuk tarifnya. Jadi ini akan lebih menarik, oh jam-jam tertentu saat utilisasi listriknya kurang, kami bisa kasih discount,” ucap dia.

Dia menjelaskan, calon pengguna kompor listrik ini dibagi menjadi tiga segmen. Yang pertama, kelompok masyarakat dengan penghasilan rendah. Kelompok ini menjadi target utama subsidi, termasuk bantuan alat masak dan kompor listrik dari pemerintah. 

Selain itu, ada juga kelompok masyarakat menengah dan kelompok masyarakat menengah ke atas yang tidak mempermasalahkan biaya switching cost atau biaya peralihan. Kelompok terakhir ini yang menurut Joni, lebih berpotensi beralih ke kompor listrik. 

Bila tambah daya listrik masih jadi kendala, E-Stove akan menyediakan solusi dengan memberi discount biaya tambah daya. 

“Masyarakat yang tadinya katakanlah (daya listrik rumahnya) 2.200 VA ke atas ini beralih menggunakan kompor induksi atau kompor listrik, kami berikan discount tambah daya,” ucapnya. 

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan, pihaknya menyiapkan kompor listrik di bawah 900 kilovolt ampere (kVA) untuk rumah tangga, untuk mendorong konversi kompor LPG ke kompor listrik. 

Anggaran sebesar Rp815,56 miliar dimasukkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 untuk program ini. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas