Bayi Gajah Sumatra Lahir di Hari Kemerdekaan, Kabar Baik di Tengah Duka
Saat warga Indonesia di berbagai wilayah mengikuti upacara HUT RI ke-81, pada Senin pagi (17/8), gajah sumatra berjenis kelamin jantan lahir di Pusat Konservasi Gajah Jalur 21, di Padang Sugihan, Sumatra Selatan.
Bayi gajah ini lahir dari induk betina bernama Lestari dan induk jantan bernama Gapula. “Kondisi anak gajah tersebut lahir dalam keadaan sehat, dapat berdiri dan mulai menyusu secara normal,” demikian dikutip dari keterangan resmi Kementerian Kehutanan, Selasa (18/8).
Tim dokter dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Selatan memberikan penanganan khusus karena gajah lahir di tengah cuaca panas. “Terutama air minum dan air mandi, serta naungan yang cukup untuk induk dan anakan pasca-lahiran,” demikian keterangan Kemenhut.
Tim juga menyediakan pakan bernutrisi, suplemen, dan buah tambahan. Ini untuk menjaga ketahanan tubuh induk dan anak gajah.
Pemantauan intensif akan dilakukan selama sepekan ke depan, guna memantau perkembangan perilaku, respons fisik, serta kondisi fisiologis induk dan anak gajah sesuai standar di lembaga konservasi tersebut.
Angin Segar di Tengah Rentetan Kabar Duka
Sebelumnya, Aceh kehilangan dua individu gajah sumatra menjelang peringatan Hari Gajah Sedunia pada 12 Agustus. Penyebabnya, infeksi virus dan keracunan.
Yuna, anak gajah yang belum genap berusia tiga tahun, dilaporkan mati akibat serangan elephant endotheliotropic herpesvirus (EEHV), jenis virus mematikan yang sangat rentan menyerang gajah berusia di bawah 14 tahun.
Serangan EEHV dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah, serta menyebabkan kebocoran darah dan cairan tubuh ke organ dalam. Kondisi tersebut dapat memicu syok fatal hingga kematian mendadak dalam kurun waktu 24-48 jam. Tingkat kematian akibat paparan virus ini bahkan mencapai 80 persen.
Padahal, dua hari sebelum insiden, Yuna yang tinggal di kawasan Pusat Pelatihan Gajah Saree, Aceh, berada dalam kondisi sehat.
Usai insiden ini, BKSDA Aceh melakukan pendeteksian dini keberadaan virus pada anak gajah lainnya, serta memperketat pemantauan dan melakukan pengujian medis.
Selain Yuna, satu individu gajah sumatra dewasa ditemukan mati di tengah perkebunan sawit PT MPLI, di Desa Kaloy, Aceh Tamiang pada awal Agustus. Gajah jantan itu diduga mati akibat keracunan.
Sebab, saat ditemukan, kondisi tubuh dan gading gajah utuh tanpa luka, serta tidak ditemukan barang atau senjata mencurigakan di sekitar bangkai.
BKSDA Aceh dan tim medis telah mengambil beberapa sampel organ, untuk pemeriksaan lebih lanjut melalui uji laboratorium. Usai prosedur tersebut dilakukan, bangkai gajah segera dikubur di area perkebunan PT MPLI.