Apa itu Amortisasi? Simak Pembahasan Berikut Ini

Pexels
Apa itu amortisasi.
Penulis: Ghina Aulia
Editor: Safrezi
30/11/2023, 07.00 WIB

Amortisasi mengacu pada proses penyebaran biaya aset tidak berwujud atau belanja modal selama periode tertentu. Ini biasanya dilakukan untuk tujuan akuntansi dan pajak untuk mencerminkan konsumsi, penggunaan, atau kadaluwarsa aset dari waktu ke waktu.

Amortisasi juga umumnya dikaitkan dengan pinjaman, mengacu pada pengurangan bertahap saldo pinjaman melalui pembayaran rutin. Proses ini juga bisa diartikan sebagai kegiatan menyebarkan biaya aset tidak berwujud selama masa manfaat aset tersebut.

Pada tulisan ini, Katadata.co.id akan menjawab apa itu amortisasi yang dirangkum dari sejumlah literatur dan situs yang khusus membahas tentang ekonomi, finansial, dan investasi. Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa itu Amortisasi?

Melansir situs resmi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), amortisasi adalah alokasi yang sistematis atas nilai suatu aset tetap tidak berwujud yang dapat disusutkan selama masa manfaat aset yang bersangkutan.

Lebih lanjut, amortisasi dapat didefinisikan sebagai teknik akuntansi yang digunakan untuk secara berkala menurunkan nilai buku pinjaman atau aset tidak berwujud selama periode waktu tertentu. Mengenai pinjaman, amortisasi berfokus pada penyebaran pembayaran pinjaman dari waktu ke waktu. Ketika diterapkan pada aset, amortisasi mirip dengan depresiasi.

Amortisasi penting karena membantu bisnis dan investor memahami dan memperkirakan biaya mereka dari waktu ke waktu. Dalam konteks pelunasan pinjaman, jadwal amortisasi memberikan kejelasan mengenai porsi pembayaran pinjaman yang terdiri dari bunga versus bagian yang menjadi pokok.

Dapat berguna untuk mengurangi pembayaran bunga pada formulir pajak penghasilan. Ini juga berguna untuk perencanaan untuk memahami seperti apa saldo utang masa depan perusahaan setelah serangkaian pembayaran telah dilakukan.

Amortisasi juga dapat merujuk pada amortisasi barang tidak berwujud. Dalam hal ini, amortisasi adalah proses membebankan biaya aset tidak berwujud selama umur aset yang diproyeksikan. Dapat mengukur konsumsi nilai aset tidak berwujud, seperti niat baik, paten, merek dagang, atau hak cipta.

Contoh Amortisasi

Melansir Mekari Jurnal, salah satu contoh amortisasi yaitu ketika sebuah perusahaan memiliki pinjaman senilai 10 juta rupiah dan setiap tahunnya diangsur sebesar satu juta rupiah. Maka, merupakan tersebut dianggap telah mengamortisasi pinjaman senilai satu juta rupiah setiap tahunnya.

Contoh amortisasi lain, misalnya ketika perusahaan memiliki pinjaman sebesar Rp 10 juta dan perlu melakukan pembayaran tahunan sebesar Rp 750.000. Berdasarkan studi kasus ini, dapat dibayangkan bahwa perusahaan telah melakukan amortisasi pinjaman hingga sebesar Rp 750.000 per tahun.

Contoh amortisasi berikutnya yaitu ketika Anna melakukan pembelian kredit kendaraan dengan harga Rp250.000.000 dan harus lunas dalam waktu 5 tahun. Dengan demikian, Anna harus melakukan amortisasi pinjaman senilai Rp50.000.000 setiap tahunnya.

Metode Amortisasi

Dalam menghitung amortisasi, terdapat dua metode yang bisa diterapkan. Berikut penjelasannya.

1. Metode Saldo Menurun

Merangkum OCBC, jumlah biaya yang dialokasikan pada metode satu ini akan terus menurun bersamaan dengan bertambahnya masa manfaat di setiap tahunnya. Ketika telah mencapai tahun di mana akhir dari masa manfaat tersebut, penyusutan sekaligus akan dilakukan atas nilai sisa buku yang ada.

2. Metode Garis Lurus

Beban biaya akan dialokasikan bersama jumlah yang dianggarkan akan semakin menurun tiap tahunnya. Hal ini juga seiring dengan bertambahnya massa pemanfaatan aset. Nilai biaya penyusutan pada metode garis lurus konstan sejak tahun perolehan hingga tahun akhir masa manfaatnya.

Cara Menghitung Amortisasi

Berikut cara menghitung amortisasi yang masih dirangkum dari situs OCBC.

Cara Menghitung Amortisasi: Bulan Pertama

- Kumpulkan data terkait suku bunga, pokok pinjaman, dan tenor pinjaman.

- Siapkan kertas atau spreadsheet untuk melakukan perhitungan.

- Tentukan pinjaman pada bulan sebelumnya dan hitung jumlah angsuran.

Rumus Jumlah Angsuran = P x (i /12) / 1 – (1+(i /12) - t).

Keterangan:

P: Pokok pinjaman
I:Suku bunga
t: Tenor atau jangka waktu pinjamannya.

Kalkulasikan angsuran bunga dengan rumus = Saldo Pinjaman Bulan Sebelumnya × Suku Bunga × (30/360).

Hitung angsuran pokok dengan rumus = Total Angsuran – Angsuran Bunga.

Hitung saldo pinjaman dengan rumus = Saldo Pinjaman Bulan Sebelumnya – Angsuran Pokok.

Cara Menghitung Amortisasi: Perhitungan untuk Keseluruhan Pinjaman

Setelah biaya amortisasi pada bulan pertama berhasil dihitung, Anda sudah bisa menghitung amortisasi pada bulan-bulan berikutnya. Caranya adalah dengan menggunakan spreadsheet atau tabel amortisasi yang telah dibuat sebelumnya.

Demikian pembahasan mengenai apa itu amortisasi yang patut diketahui. Amortisasi biasa dilakukan oleh perusahaan untuk menanggulangi penyusutan. Di samping itu, amortisasi juga memiliki perbedaan dan keterkaitan dengan depresiasi.

Kedua pendekatan akuntansi tersebut juga berbeda dalam bagaimana nilai sisa digunakan, apakah pengeluaran dipercepat dilakukan, atau bagaimana masing-masing ditampilkan pada laporan keuangan. Amortisasi dan penyusutan berbeda karena ada banyak metode penyusutan yang tidak sama pula.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.