Dua Emiten Afiliasi Boy Thohir MDKA dan MBMA Tak Bagi Dividen, Apa Rencananya?
Emiten afiliasi konglomerat Garibaldi Thohir atau Boy Thohir yakni PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan anak usahanya PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) memutuskan untuk tidak membagikan dividen tahun ini. Hal itu ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Selasa (10/6).
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2024 (setelah pajak), sebesar US$ 100 ribu atau Rp 1,62 miliar akan disisihkan sebagai cadangan. Sementara sisa laba bersih akan dialokasikan sebagai saldo laba ditahan untuk tahun buku yang sama.
“Memberikan kuasa dan wewenang kepada direksi untuk mengatur tata cara pembayaran dimaksud dalam keputusan di atas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tulis manajemen MDKA di keterbukaan informasi BEI, Rabu (11/6).
Apabila menilik laporan keuangan MDKA tahun buku 2024, Merdeka Copper Gold membukukan rugi bersih sepanjang 2024. Berdasarkan laporan keuangannya, rugi MDKA sebesar US$ 55,76 juta atau Rp 944,66 miliar pada 2024. Angka ini naik dari rugi tahun sebelumnya sebesar US$ 20,65 juta atau Rp 349,96 miliar pada 2023.
Seiring dengan hal itu, MDKA membukukan pendapatan mencapai US$ 2,23 miliar atau Rp 37,93 triliun dengan asumsi kurs 16.941 per dolar AS pada 2024. Pendapatan meningkat 31% year on year (yoy) dari capaian tahun lalu US$ 1,7 miliar atau Rp 28,91 triliun pada 2023.
MBMA Juga Tak Bagikan Dividen
Selain itu, anak usahanya yang bergerak di industri pertambangan nikel sebagai bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik (EV/electronic vehicle), yakni MBMA juga tidak bagikan dividen.
Dalam agenda tersebut, disepakati dana sebesar US$1.000 atau Rp 16,22 juta akan dialokasikan sebagai cadangan perusahaan. Sementara itu, sisa laba bersih Perseroan yang berjumlah US$ 79,50 juta akan dicatat sebagai saldo laba ditahan.
Adapun laba Merdeka Battery Materials melonjak hingga 228,8% year-on-year (yoy) menjadi US$ 22,8 juta di 2024, didorong pendapatan yang turut melambung 38,8%. Berdasarkan Laporan Keuangan 2024, MBMA mencatatkan pertumbuhan pendapatan signifikan, dari US$1,3 miliar menjadi US$1,8 miliar di 2024.