Saham emiten terafiliasi kongsi Grup Salim dan Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tengah menggarap aksi korporasi lagi usai mengakuisisi 99,68% kepemilikan saham di Wolfram Limited (Wolfram). Wolfram merupakan perusahaan pertambangan emas dan tembaga yang berbasis di Australia.

Setelah aksi itu, Bumi Resources kini tengah proses mengakuisisi tambang emas tahap produksi, yakni Jubilee Metals Limited (JML) di Australia. Akuisisi dilakukan bertahap melalui konversi utang menjadi penyertaan modal, serta jual beli saham atau penerbitan saham baru.

Pada 6 Mei 2025, Bumi Resources, JML, dan pemegang saham menandatangani subscription agreement yang mengatur penerbitan dan penjualan saham JML kepada Bumi Resources melalui konversi pinjaman dan penerbitan saham tambahan. Setelah seluruh konversi dan pembelian tuntas, Bumi Resources akan menguasai 5.734.770 saham atau 64,98% dari total modal disetor JML.

Subscription shares akan diterbitkan oleh JML kepada perusahaan dalam 7 tahapan sesuai dengan milestone schedule yang dimulai pada 6 Mei 2025 sampai dengan 15 Agustus 2026,” tulis manajemen dalam keterangannya, dikutip Rabu (5/11). 

Secara rinci, perusahaan dan JML menyepakati konversi piutang sebesar AU$ 8.500.000 atau setara sekitar US$ 5.393.497 atau Rp 90,16 miliar yang menjadi penyertaan modal di JML. Konversi utang tersebut setara dengan 18,74% kepemilikan atau investasi di JML.

Kemudian pada 2 Juli 2025, BUMI juga menandatangani beberapa perjanjian jual beli saham dengan sejumlah pemegang saham JML. Melalui transaksi ini, BUMI memperoleh 16,50% tambahan kepemilikan di JML dengan nilai AUD 5.000.003, atau setara sekitar US$ 3.246.754. Setelah itu, kepemilikan BUMI di JML meningkat menjadi 35,24%.

Selanjutnya, pada 16 September 2025, BUMI menambah porsi kepemilikannya lagi melalui pembelian saham baru yang diterbitkan JML sebanyak 497.895 saham. Dengan tambahan ini, persentase kepemilikan BUMI di JML naik menjadi 41,36%.

Apabila menilik kinerja keuangan hingga kuartal ketiga 2025, emiten tambang konglomerasi itu membukukan laba bersih US$ 29,4 juta atau sekitar Rp 490,1 miliar sepanjang Januari-September 2025.

Angka laba bersih itu merosot 76% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 122,86 juta atau sekitar Rp 1,98 triliun.

Berdasarkan laporan keuangannya, BUMI mencatat pendapatan sebesar US$ 1,03 miliar hingga September 2025. Torehan itu naik 11,9% dibandingkan dengan sepanjang periode yang sama tahun lalu US$ 926,9 juta.




Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila