Struktur pemegang saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menjadi perhatian pasar. Dalam data terbaru dirilis KSEI per 27 Februari 2026, nama Chengdong (CIC) tidak lagi di daftar pemilik 1% saham.
Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) paling banyak diborong investor asing mencapai Rp 615,67 miliar, sedangkan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) banyak dilepas.
Nama Nirwan Dermawan Bakrie tercatat sebagai pemegang manfaat akhir atau ultimate beneficial owner (UBO) PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Informasi tersebut tercantum dalam laporan yang disampaikan BUMI
Manajemen PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengumumkan struktur pengendali dan penerima manfaat akhir perusahaan. Merujuk data terbaru yang disampaikan pada BEI tercatat dua nama pemegang manfaat akhir.
Kepemilikan HSBC - FUND SVS A/C Chengdong Investment Corporation (CIC) di emiten kongsi Grup Bakrie dan Salim PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tersisa 2,81%.
Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bumi Resources Indonesia Tbk (BUMI) paling banyak diborong investor asing saat IHSG jeblok di bawah 8.000 pada Jumat (6/2).
Kebijakan pemangkasan Produksi Batu Bara oleh ESDM hingga 70% diprediksi menguntungkan sejumlah emiten seperti Adaro dan Bumi Resources yang produksi utamanya tetap aman.
Analis menilai tren harga saham menjelang pengumuman MSCI biasanya mencerminkan keyakinan pasar. Jika melihat kinerja belakangan ini, ADMR dianggap terlihat lebih meyakinkan.
Porsi kepemilikan saham BUMI oleh Treasure Global Investments Limited turun dari 8,08% menjadi 3,18% saham. Alhasil, Treasure bukan lagi menjadi investor mayoritas di emiten Bakrie-Salim tersebut.
Emiten kongsi Grup Bakrie–Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), mencatat transaksi crossing jumbo pada perdagangan saham Senin (19/1). Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp 7 triliun.
IHSG kembali menembus rekor baru. Data perdagangan bursa menunjukkan nilai transaksi saham sore ini sebesar Rp 29,08 triliun dengan volume 64,26 miliar saham dan frekuensi sebanyak 3,43 juta kali.