IHSG Ditutup Naik 2,52%, Saham Konglomerat CDIA, BUMI, DEWA hingga PANI Bangkit
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melonjak 2,52% atau 199,86 poin ke level 8.122 pada perdagangan saham hari ini, Selasa (3/2). Sebanyak 654 saham menguat, 108 saham terkoreksi, dan 56 saham tidak bergerak.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham sore ini sebesar Rp 29,25 triliun dengan volume 60,58 miliar saham dan frekuensi sebanyak 3,27 juta kali. Adapun kapitalisasi pasar IHSG hari ini sebesar Rp 14.669 triliun.
Dari sebelas sektor yang ada di BEI, seluruh sektor terpantau naik. Sektor yang mencatat kenaikan terbesar yakni bahan baku yang tumbuh 6,52%. Adapun saham di sektor tersebut yang berada di zona hijau yakni PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) naik 10,17% ke Rp 6.500.
Di sisi lain, bursa saham Asia seluruhnya menghijau. Indeks Straits Times naik 1,07%, Hang Seng tumbuh 0,22%, Shanghai Composite terangkat 1,29%, dan Nikkei melesat 3,92%.
Kenaikan IHSG hari ini juga seiring dengan meledaknya saham-saham konglomerat. Misalnya dari Grup Bakrie emiten PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melesat 20,00% ke Rp 264 dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) melonjak 17,65% ke Rp 800.
Kemudian diikuti PT Darma Henwa Tbk (DEWA) terangkat 14,13% ke Rp 525, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) naik 9,78% ke Rp 101, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) tumbuh 3,80% ke Rp 955.
Di samping itu Grup Prajogo Pangestu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melonjak 10,59% ke Rp 6.525, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) terkerek 8,82% ke Rp 1.665, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 7,61% ke Rp 1.980. Kemudian PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) naik 7,50% ke Rp 1.075. PT Petrosea Tbk (PTRO) tumbuh 2,50% ke Rp 6.150.
Lalu emiten kongsi Sugianto Kusuma atau Aguan dan Grup Salim, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) melesat 23,49% ke Rp 6.150. Sedangkan saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) melonjak 12,30% ke Rp 8.900.
OJK Sambut Kenaikan IHSG
Seiring dengan kenaikan IHSG, Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan kenaikan tersebut selaras dengan langkah reformasi yang telah dicanangkan OJK bersama seluruh pelaku pasar, SRO, serta dukungan pemerintah.
Ia menjelaskan, OJK sebelumnya telah menetapkan delapan kelompok rencana aksi dalam rangka percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia. Hal itu dengan mengedepankan transparansi, keterbukaan informasi, serta penerapan tata kelola yang baik dalam keseluruhan mekanisme pasar modal.
“Mungkin itu juga yang mendapat respon positif mengingat keseriusan kami mendorong ini sampai level pelaksanaan atau implementasinya secara penuh. Nah tentu pasar bereaksi dengan rasional,” kata Hasan kepada wartawan di Media Center BEI, Jakarta, Selasa (3/1).
Hasan menjelaskan kini angka investor asing melakukan pembelian naik setelah sebelumnya mencatatkan aksi jual bersih dalam tiga hingga empat hari perdagangan berturut-turut.
Menurut Hasan, kondisi tersebut menandakan mulai masuknya kembali aliran dana asing ke pasar modal Indonesia sekaligus mencerminkan meningkatnya tingkat kepercayaan investor terhadap berbagai kebijakan dan inisiatif yang diluncurkan OJK. Selain itu, pergerakan saham juga menunjukkan adanya diferensiasi kinerja.
Ia mengatakan saham-saham yang memiliki fundamental dan kinerja keuangan yang baik justru mencatatkan kenaikan atau penurunan yang terbatas, meskipun indeks secara keseluruhan melemah.
Sebaliknya, Hasan menilai saham-saham yang telah mengalami apresiasi harga signifikan dan memiliki valuasi tinggi, seperti rasio harga terhadap laba (price to earnings ratio/PER) yang sudah berada di level tinggi, cenderung terjadi aksi jual.
“Sudah mulai lebih terkonfirmasi lagi kepercayaan dan kepastian di para investor terkait dengan rencana besar kita untuk mendorong dan mengedepankan reformasi integritas ini. Sekarang sudah di 1,5% dan merata. Semua indeks sektoral, semua indeks utama IDX30, LQ45 itu semuanya juga hijau. Artinya mengalami kenaikan yang merata,” ucapnya.