Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal naik pada perdagangan Selasa (21/7). Seiring dengan itu, analis merekomendasikan saham PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup naik 1,74% ke level 6.340 pada perdagangan saham hari ini, Selasa (21/7). Sebanyak 421 saham menguat, 205 saham terkoreksi, dan 169 saham tidak bergerak.
Sejumlah analis atau sekuritas memangkas target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga akhir tahun ini, karena masih terdapat risiko perlambatan ekonomi dan tekanan terhadap kinerja emiten.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup naik 1,41% ke level 6.319 pada perdagangan saham sesi pertama hari ini, Selasa (21/7). Sebanyak 387 saham menguat, 224 saham terkoreksi.
Analis merekomendasikan saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), hingga PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) di tengah IHSG yang diperkirakan terkonsolidasi hari ini.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mulai ada tanda-tanda pulih hingga tercatat naik 1,65% dalam sebulan terakhir. Apakah sinyal kenaikan jangka panjang atau sentimen sesaat? Bagaimana arahnya?
Analis merekomendasikan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI) HINGGA PT Jasa Marga Tbk (JSMR) di tengah potensi kenaikan IHSG hari ini.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup naik naik 1,10% atau 67,32 poin ke Rp 6.175 pada penutupan perdagangan Jumat (17/7). Saham penghuni indeks bergengsi LQ45 menguat 2,24%.
Tekanan besar yang dialami IHSG tahun ini mengingatkan investor pada sejumlah krisis yang pernah mengguncang pasar modal RI di masa silam. Pertanyaannya, seberapa cepat IHSG dapat kembali pulih?