Profil Ridha Wirakusumah yang Dikabarkan Mundur dari CEO INA

INA
CEO Indonesia Investment Authority (INA), Ridha Wirakusumah.
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
13/2/2026, 10.28 WIB

Ketua Dewan Direktur Indonesia Investment Authority (INA) Ridha DM Wirakusumah dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya.

Berdasarkan sumber Katadata.co.id, Ridha telah menyampaikan pengunduran dirinya ke dewan direksi dan vice president atau wakil presiden. Padahal, seharusnya Ridha masih menjabat hingga 16 Februari 2026. 

Bener Mas, official sebenarnya 16 Februari (baru berakhir), sesuai masa jabatannya,” ujar sumber tersebut, Jumat (13/2).

Hingga berita ini dipublikasikan, Ridha belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang telah disampaikan Katadata.co.id. Lantas bagaimana profil orang nomor satu di INA tersebut?

Profil Ridha Wirakusumah

Mengacu pada laman resmi INA, Ridha adalah salah satu eksekutif senior di Indonesia di bidang perbankan, jasa keuangan, dan investasi. Ia memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di berbagai institusi terkemuka, baik di dalam maupun luar negeri.

Sebelum bergabung dengan INA, Ridha menjabat sebagai direktur utama Bank Permata pada 2017 hingga 2021; head of Indonesia di KKR & Co pada 2011 hingga 2014, serta; direktur utama Bank Maybank Indonesia dari 2009 hingga 2011.

Ia juga pernah menduduki sejumlah posisi strategis di perusahaan multinasional, antara lain sebagai CEO Asia Pasifik AIG Consumer Finance, CEO Asia Pasifik GE Capital Consumer Finance and Banking, CEO GE Capital Thailand, CEO GE Capital Indonesia, head of corporate Finance Bankers Trust, serta head of public sector Citibank Indonesia.

Ridha meraih gelar doktor Administrasi Bisnis dari City University of Hong Kong. Ia juga menyandang gelar MBA di bidang Finance and International Business, serta sarjana Electrical Engineering dari Ohio University. Selain itu, ia mengikuti Program Manajemen Lanjutan di University of California Berkeley.

Sementara itu, berdasarkan laman Linkedin pribadinya, Ridha tercatat menjabat sebagai CEO INA sejak Februari 2021 hingga dikabarkan mundur hari ini. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri