IHSG Sesi I Turun ke 7.053, Indeks Bergengsi LQ45 HEAL, AADI dan BREN Longsor
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup merosot 0,53% ke 7.053 pada perdagangan saham sesi pertama hari ini, Selasa (31/3). Apabila melihat performanya, IHSG sudah merosot 14,82% dalam sebulan terakhir dan sudah anjlok 18,42% secara year to date (ytd).
Tak hanya itu, indeks bergengsi LQ45 bahkan hari ini terkoreksi 0,33% dan sudah anjlok 15,53% secara year to date (ytd). Saham yang paling babak belur di LQ45 misalnya PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) yang anjlok 5,45% ke Rp 1.215.
Lalu diikuti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turun 4,50% ke Rp 11.150 dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) tergelincir 4,11% ke Rp 5.250. Selanjutnya ada PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) turun 3,89% ke Rp 1.855 dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) terkoreksi 2,77% ke Rp 65.025 per saham.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham siang ini sebesar Rp 7,48 triliun dengan volume 15,62 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,01 juta kali. Sebanyak 272 saham menguat, 382 saham terkoreksi, dan 162 saham tidak bergerak. Adapun kapitalisasi pasar IHSG sesi pertama hari ini sebesar Rp 12.442 triliun.
Dari sebelas sektor yang ada di BEI, sepuluh sektor terpantau di zona merah. Sektor yang mencatat penurunan terbesar yakni transportasi yang terperosok hingga 3,86%. Adapun saham yang berada di zona merah yakni PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) tergelincir 4% ke Rp 72.
Di sisi lain, bursa saham Asia mayoritas di zona merah. Indeks Nikkei terkoreksi 1,20%, Hang Seng tergelincir 0,42%, dan Shanghai Composite turun 0,17%. Sebaliknya Straits Times naik 0,07%.
Saham top gainers:
- PT Timah Tbk (TINS) naik 6,73% ke Rp 3.330
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik 5,46% ke Rp 6.275
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik 5,17% ke Rp 1.220
Saham top losers:
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turun 4,50% ke Rp 11.150
- PT Harum Energy Tbk (HRUM) turun 4,19% ke Rp 1.030
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 4,11% ke Rp 5.250