Dividen Jumbo Emiten Boy Thohir Alamtri (ADRO) Rp 3,39 T, Investor Dapat Berapa?
Emiten konglomerat Garibaldi “Boy” Thohir, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) akan membagikan dividen final sebesar US$ 197,5 juta atau sekitar Rp 3,39 triliun.
Keputusan itu disetujui pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang diselenggarakan hari ini, Jumat (17/6).
Manajemen ADRO menyetujui menetapkan penggunaan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ADRO tahun buku 2025 sebesar US$ 447,69 juta.
Sebesar US$ 447,5 juta atau 99,96% dari laba bersih tersebut dibagikan sebagai dividen tunai. Kemudian sebesar US$ 250 juta telah dibayarkan pada tanggal 15 Januari 2026 sebagai dividen tunai interim.
“Sedangkan sisanya US$ 197,5 juta akan dibagikan sebagai dividen tunai final,” demikian dalam keputusan RUPST, Jumat (17/4).
Kemudian US$ 194,22 ribu atau 0,04% dari laba bersih tersebut akan dimasukkan sebagai saldo laba ADRO.
Apabila menilik laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perusahaan tersebut anjlok 67,55% (year-on-year/yoy) menjadi US$ 447,69 juta atau setara Rp 7,59 triliun pada 2025 (asumsi Rp16.970 per US$).
Sejalan dengan itu, pendapatan usaha ADRO turun 9,86% (yoy) dari US$2,07 milliar (Rp35,27 triliun) pada 2024 menjadi US$1,87 miliar pada 2025 (Rp31,79 triliun). Secara rinci, pendapatan ADRO disumbangkan dari lini jasa pertambangan sebesar US$1 miliar (Rp17,06 triliun).
Lalu segmen perdagangan batu bara sebesar US$968,8 juta (Rp16,43 triliun) dan pendapatan lainnya US$60,52 juta (Rp1,02 triliun). Pada periode yang sama, beban pokok pendapatan ADRO juga turun 2,67% (yoy) menjadi US$1,23 miliar (Rp20,98 triliun).
Sampai akhir 2025, ADRO memiliki aset senilai US$6,81 miliar (Rp115,62 triliun). Nilainya naik 1,71% secara tahunan (yoy).