Lonjakan Harga Emas Bikin Moncer Performa Antam (ANTM) pada Kuartal I 2026

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Warga menunggu giliran untuk dilayani di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Antam Setiabudi, Jakarta, Jumat (12/7/2024).
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
28/4/2026, 12.32 WIB

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal I 2026. Selama periode tersebut, emiten tambang emas pelat merah itu membukukan laba bersih mencapai Rp 3,66 triliun. 

Untung yang diperoleh ANTM pada triwulan pertama tahun ini tumbuh 58% secara year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berjumlah Rp 2,32 triliun. Kinerja tersebut ditopang oleh penguatan operasional di tengah tantangan global seperti fluktuasi harga komoditas, ketegangan geopolitik, dan perlambatan ekonomi dunia.

Pertumbuhan profitabilitas ANTM juga tercermin dari peningkatan EBITDA sebesar 55% menjadi Rp 5,05 triliun dari Rp 3,26 triliun pada kuartal I 2025. Selain itu, laba kotor tercatat naik 54% menjadi Rp 5,62 triliun, sedangkan laba usaha melonjak 67% YoY menjadi Rp 4,50 triliun. 

Direktur Utama ANTM, Untung Budiharto menuturkan, capaian positif tersebut merupakan hasil dari strategi bisnis yang adaptif. Kinerja moncer ANTM turut didukung oleh kenaikan penghasilan lain-lain serta efisiensi biaya operasional yang konsisten dijalankan perusahaan.

"Capaian kinerja keuangan yang positif tersebut turut didukung oleh konsistensi perusahaan dalam menerapkan strategi pemasaran yang adaptif dan inovatif, serta pengendalian biaya yang efektif dan disiplin di seluruh lini operasional," ungkapnya dalam keterangan di Jakarta, Selasa (28/4).

Dari sisi neraca, total aset ANTM meningkat signifikan sebesar 31% menjadi Rp 63,30 triliun. Ekuitas juga tumbuh 17% menjadi Rp 40,41 triliun. Sementara posisi kas dan setara kas naik 31% menjadi Rp 9,04 triliun, mencerminkan fleksibilitas keuangan yang semakin kuat untuk mendukung ekspansi usaha.

Kinerja operasional turut menopang pertumbuhan tersebut. Penjualan bersih ANTM pada kuartal I 2026 mencapai Rp 29,32 triliun, naik 12% YoY dibandingkan Rp 26,15 triliun pada kuartal I 2025. Penjualan domestik menjadi penyumbang paling besar, dengan kontribusi mencapai 97%. 

Segmen emas masih menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 81% terhadap total penjualan, diikuti segmen nikel sebesar 15%, serta bauksit dan alumina sebesar 3%.

Untung menambahkan, disiplin operasional menjadi kunci keberlanjutan kinerja perseroan. "Implementasi strategi operasional yang tangguh serta manajemen keuangan yang disiplin dan prudent telah mendorong penguatan kinerja secara berkelanjutan, sehingga memberikan imbal hasil yang positif dan nilai tambah bagi para pemegang saham," katanya.

Secara keseluruhan, ANTM menilai fondasi operasional yang kuat dan kondisi keuangan yang sehat akan menjaga momentum pertumbuhan perusahaan ke depan. Perseroan optimistis mampu menghadapi dinamika global melalui strategi yang terukur dan berkelanjutan.

Berdasarkan data perdagangan sesi pertama hari ini, Selasa (28/4), harga saham ANTM stagnan di Rp 4.120 per saham. Selama tahun berjalan atau year to date (ytd), harga saham ANTM telah melonjak 30,79%.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri