Harga emas di pasar spot turun 6,63% dalam satu bulan terakhir di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran. Kondisi ini berlawanan dengan pola yang biasanya terjadi
Ketika konflik geopolitik memanas, emas biasanya menjadi pelarian utama investor. Namun kali ini, pola itu justru patah. Di tengah eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat–Israel dan Iran.
Dua emiten emas yaitu PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mengumumkan laporan kinerja keuangan terbaru. Emiten mana yang paling kinclong?
Emiten pertambangan afiliasi Grup Saratoga dan Garibaldi “Boy” Thohir, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengumumkan aksi terbaru yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Bagaimana kabar terkini?
Emiten pertambangan afiliasi Grup Saratoga dan Garibaldi “Boy” Thohir, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menjual emas sebanyak 16,0597 kg atau 516,287 ounces emas ke PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memproyeksikan kinerja keuangan perseroan akan berbalik untung pada tahun buku 2026. Proyeksi tersebut diungkapkan setelah perusahaan mencatatkan lonjakan rugi
Prospek harga komoditas emas dan minyak mentah diperkirakan akan bergerak volatil di tengah ketidakpastian global, polemik politik serta arah kebijakan moneter sepanjang tahun ini.
Chief Operating Officer Bareksa Ni Putu Kurniasari menilai situasi geopolitik yang memanas juga membuat pergerakan harga emas menjadi jauh lebih fluktuatif.
Pemerintah mencatat jumlah nasabah yang menyimpan emas di bank bullion meningkat signifikan dalam setahun terakhir dari 3,2 juta nasabah menjadi 5,7 juta nasabah.
PT Pegadaian berencana menghadirkan mesin ATM emas di berbagai wilayah Indonesia demi mempermudah nasabah menarik emas fisik dari saldo tabungan emas digital lewat aplikasi perusahaan.