RATU Bidik Lonjakan Laba 117% setelah Caplok Aset SMS Development

Katadata/Fauza Syahputra
Pencatatan perdana saham PT Raharja Energi Cepu Tbk atau RATU di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (8/1/2024).
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
7/5/2026, 12.48 WIB

Emiten gas bumi milik Happy Hapsoro, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), bakal mengakuisisi 100% saham SMS Development Limited. Akuisisi dilakukan melalui perusahaan afiliasinya, PT Raharja Energi Madura (REM).

Setelah transaksi itu rampung, RATU akan memperoleh akses tidak langsung terhadap hak partisipasi di wilayah kerja Madura Strait PSC yang dikelola Husky CNOOC Madura Limited (HCML).

SMS Development Limited adalah perusahaan investasi yang memiliki penyertaan saham di HCML. Perusahaan tersebut bergerak di bidang eksplorasi dan produksi minyak mentah serta gas bumi di Selat Madura berdasarkan kontrak kerja sama production sharing contract (PSC) dengan SKK Migas.

REM sendiri adalah perusahaan yang 51% sahamnya dimiliki oleh anak usaha RATU yakni PT Raharja Energi Indonesia. Adapun RATU menggenggam 99% saham PT Raharja Energi Indonesia.

Akuisisi tersebut dilakukan melalui perjanjian novasi dan perjanjian jual beli saham (PPJB).

Manajemen RATU menjelaskan, REM telah menandatangani perjanjian novasi pada 24 Desember 2025. Melalui perjanjian tersebut, REM mengambil alih pinjaman pemegang saham atau shareholder loan agreement senilai US$ 59,21 juta dari SMS Offshore Overseas Limited.

Sejak pembayaran dilakukan, seluruh hak, kepentingan dan kewajiban SMS Offshore Overseas Limited sebagai kreditur resmi beralih kepada REM.

Perseroan menyebut pinjaman tersebut sejak awal bersifat non interest bearing atau tanpa bunga dan secara substansi ekonomi dikategorikan sebagai quasi equity karena digunakan untuk akuisisi 20% saham HCML serta pembayaran cash call.

“Perjanjian novasi ini mengatur pengalihan (novasi) seluruh hak, kepentingan dan kewajiban SMS Offshore Overseas Limited berdasarkan perjanjian pinjaman kepada PT REM yang berlaku setelah effective time,” tulis manajemen RATU dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis (7/5).

Selanjutnya, REM juga menandatangani PPJB Saham pada 25 Desember 2025. Dalam transaksi ini, REM bertindak sebagai pembeli, sedangkan SMS Offshore Overseas Limited sebagai penjual.

Selain itu, transaksi turut melibatkan Cosimo Borrelli dari Kroll HK Limited sebagai agen penjual, RATU sebagai penjamin pembeli, serta OCP Asia Fund IV dan OCP Asia Fund V sebagai pemberi pinjaman baru.

PPJB tersebut mengatur akuisisi 100% saham SMS Development Limited oleh REM beserta seluruh hak dan kepentingan yang melekat pada saham tersebut.

Nilai transaksi akuisisi mencapai US$ 62,51 juta. REM juga diwajibkan membayar deposit sebesar US$ 12,5 juta setelah penandatanganan PPJB saham.

Selain nilai transaksi utama, terdapat potensi tambahan pembayaran atau contingent payment sebesar US$ 16,5 juta apabila perpanjangan PSC diperoleh. Tambahan US$ 3 juta juga akan dibayarkan apabila perpanjangan PSC disetujui sebelum 30 Juni 2027.

Untuk mendanai akuisisi, REM memperoleh fasilitas kredit senilai US$ 109,2 juta dengan tenor 75 bulan.

Manajemen memperkirakan pinjaman tersebut akan dilunasi menggunakan dividen yang diterima dari HCML melalui SMS Development Limited. Sepanjang tenor pinjaman, proyeksi penerimaan dividen diperkirakan mencapai US$ 153,3 juta, lebih tinggi dibanding total kewajiban pokok dan bunga sebesar US$ 135,8 juta.

Perseroan menyebut rasio debt service coverage ratio (DSCR) diproyeksikan tetap berada di atas 1,1 kali sepanjang masa pinjaman. Saldo kas REM juga diperkirakan tetap positif dan meningkat bertahap dari US$ 0,11 juta pada 2026 menjadi US$ 19,18 juta pada 2030.

Manajemen menilai kondisi tersebut menunjukkan tidak terdapat risiko material terhadap kelangsungan usaha perseroan.

Selain itu, RATU menilai struktur arus kas REM bersifat ring fenced atau terisolasi, sehingga tidak membebani arus kas entitas lain dalam grup. Kinerja perseroan juga masih ditopang diversifikasi laba dari Blok Jabung dan Blok Cepu.

Per 31 Desember 2025, RATU mencatat total ekuitas sebesar US$ 56,6 juta dengan rasio liabilitas terhadap ekuitas 0,34 kali dan kas serta setara kas sebesar US$ 24,83 juta.

Sementara itu, estimasi beban bunga fasilitas kredit akuisisi diperkirakan menurun secara bertahap dari US$ 5,08 juta pada awal tenor menjadi US$ 0,39 juta di akhir tenor. Total akumulasi bunga selama masa pinjaman diperkirakan mencapai US$ 26,62 juta.

Meski demikian, manajemen menyebut dampak bersih transaksi terhadap laba konsolidasian tetap positif. Perseroan memproyeksikan laba periode berjalan meningkat rata-rata sekitar 117% dibandingkan skenario tanpa transaksi, dengan tambahan laba bersih kumulatif mencapai US$ 72,34 juta sepanjang 2026–2030.

“Manajemen Perseroan melakukan monitoring berkala atas rasio-rasio keuangan kunci terhadap proyeksi PT REM dengan pendekatan konservatif, dan akan menjalankan sistem early warning sign untuk mendeteksi dini potensi tekanan arus kas,” ujar manajemen.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri