Jejak Investasi GOTO Genggam 4,32% Saham Taksi Biru Blue Bird (BIRD)

Nur Hana Putri Nabila
6 Mei 2026, 14:10
GOTO
ANTARA FOTO/Novrian Arbi/aww.
Direktur Utama PT Blue Bird Andrianto Djokosoetono (kanan) dan General Manager wilayah Bandung Urfan Ridha (kiri) berbincang saat meninjau Pool Blue Bird, Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/12/2023).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tercatat menggenggam 4,32% saham PT Blue Bird Tbk (BIRD). Langkah itu mempertegas jejak investasi raksasa teknologi tersebut di sektor transportasi darat.

Berdasarkan data pemegang saham di atas 1% yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI) per 31 Maret 2026, GOTO memiliki sekitar 108,20 juta saham BIRD. Porsi ini menempatkan GOTO sebagai salah satu pemegang saham signifikan di luar lingkar pengendali. 

Langkah GOTO masuk ke struktur kepemilikan Blue Bird menjadi sinyal penting di tengah konvergensi industri transportasi. Terlebih lagi saat ini platform digital dan operator armada konvensional semakin terhubung, baik dalam kemitraan maupun kompetisi.

Di sisi lain, struktur kepemilikan Blue Bird masih kuat dikuasai keluarga Djokosoetono. PT Pusaka Citra Djokosoetono menjadi pemegang saham terbesar dengan porsi 28,37% atau setara 709,85 juta saham.

Lalu Purnomo Prawiro sebanyak 302,29 juta atau 12,08% saham BIRD dan Kresna Priawan Djokosoetono 155,05 juta saham atau sebanyak 6,20%. Kemudian Sigit P. Djokosoetono memiliki saham BIRD sebanyak 153,45 juta atau 6,13%, 

Indra Priawan Djokosoetono atau suami selebritis Nikita Willy juga memiliki 149,17 juta saham atau 5,96%. Ada pula Andrianto Djokosoetono memiliki 132,71 juta saham atau 5,30% saham BIRD. 

Lalu Noni Sri Ayati Purnomo memiliki 120,81 juta saham atau 4,83% saham, Sri Andriyani Lestari sebanyak 62,56 juta atau 2,50%, dan Sumitomo Corporation sebanyak 49,49 atau 1,98% saham.

Sementara Purnomo Investama menggenggam 46,40 juta saham atau 1,85%, PT Chandra Investama 39,45 juta atau sebanyak 1,58%, Purnomo Endang Investama 32,67 juta atau 1,31%, dan Hongky Harjo 26,48 juta atau sebanyak 1,06% saham BIRD. 

Kinerja dan Aksi Blue Bird

Seiring masuknya investor strategis seperti GOTO, kinerja Blue Bird menunjukkan tren positif.  Sepanjang Januari–Maret 2026, PT Blue Bird Tbk (BIRD) membukukan pendapatan sebesar Rp 1,45 triliun pada kuartal pertama 2026 atau meningkat 11,6% year on year (yoy). Sementara EBITDA perusahaan mencapai Rp 341,8 miliar dengan laba bersih Rp 157 miliar.

Adapun layanan taksi mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 12% secara tahunan, menunjukkan ketangguhan dan kemampuan bersaing di tengah dinamika industri transportasi.

Direktur Utama Blue Bird, Adrianto Djokosoetono, menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan konsistensi Perseroan dalam menjaga layanan di tengah kebutuhan mobilitas yang dinamis.

“Kami terus menjaga layanan tetap konsisten dengan memastikan armada selalu siap, kualitas layanan tetap terjaga, serta memanfaatkan teknologi untuk memastikan layanan lebih mudah diakses,” ucap Andre dalam keterangannya, dikutip Rabu (6/5).

Andre mengatakan Bluebird terus memperluas jangkauan layanan dengan menambah titik pangkalan di berbagai wilayah, secara total meningkat sekitar 43% dibandingkan dengan kuartal I tahun lalu. 

Selain itu, Bluebird Group melanjutkan pengembangan bisnis berkelanjutan melalui ekspansi kendaraan listrik di sejumlah kota, termasuk memperkuat inisiatif mobilitas ramah lingkungan di Bandung dan Bali. 

Andre menyebut langkah ini menjadi bagian dari komitmen Perseroan untuk menghadirkan solusi transportasi yang lebih nyaman sekaligus berkelanjutan.

Dalam menjaga kualitas layanan, BIRD juga terus menghadirkan berbagai inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi, melalui penguatan pendapatan yang kompetitif serta program apresiasi bagi pengemudi berprestasi. 

Upaya ini bertujuan menjaga motivasi dan retensi pengemudi, sekaligus memastikan pengalaman perjalanan yang konsisten dan nyaman bagi pelanggan.

Sepanjang 2026, BIRD menargetkan untuk menjaga momentum pertumbuhan dengan memperkuat keandalan layanan. Hal itu didukung kesiapan armada, perluasan akses pelanggan, serta peningkatan produktivitas operasional.

“Dengan struktur bisnis yang semakin solid, kami optimis dapat terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” ucap Andre.



add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...