IHSG Diproyeksi Lanjut Koreksi, Analis Rekomendasi Saham ADRO, ANTM hingga AMRT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rawan terkoreksi pada perdagangan hari ini, Selasa (12/5). Seiring dengan itu analis merekomendasikan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) hingga PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova menilai IHSG kembali terkoreksi setelah kembali mencetak lower low yang mengindikasikan tekanan jual masih cukup kuat.
Menurut Ivan, gerak indeks saat ini menunjukkan pasar masih bergerak dalam tren pelemahan dengan volatilitas yang cenderung meningkat. IHSG kini tengah menguji level support di area 6.838. Jika level tersebut ditembus, indeks berpotensi melanjutkan penurunan menuju level 6.727.
“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish,” tulis Ivan dalam keterangannya dikutip Selasa (12/5).
Adapun level support IHSG berada di level 6.838, 6.727 dan 6.587 sementara level resistance di level 7.069, 7.186, 7.284 dan 7.403.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.
MACD adalah alat analis teknikal yang digunakan untuk melihat tren dan kekuatan momentum pergerakan saham.
Seiring dengan itu, Ivan merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan hari ini, di antaranya PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dengan target harga terdekat di 2.530 dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dengan target harga terdekat di 1.570.
Lalu PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan target harga terdekat di 3.950, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan target harga terdekat di 3.280 serta PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan target harga terdekat di 4.500.
Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, menilai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menunjukkan indikasi bullish divergence jika ditinjau dari indikator Relative Strength Index (RSI), meski pola upward bar mulai terbentuk.
Ia menjelaskan, indikator Stochastic KD saat ini masih memberikan sinyal negatif, sementara volume perdagangan tercatat mengalami penurunan. Namun, di sisi lain, RSI telah berada pada level oversold atau jenuh jual, yang membuka peluang terjadinya pembalikan arah.
Menurut Nafan, perhatian utama pelaku pasar pada perdagangan hari ini tertuju pada pengumuman hasil quarterly review Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pasar mencermati potensi keluarnya sejumlah saham berkapitalisasi besar, seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), menyusul kebijakan High Shareholder Concentration (HSC) yang sebelumnya sempat menjadi sorotan.
Spekulasi tersebut memicu kekhawatiran akan potensi arus keluar modal asing dalam jumlah signifikan apabila saham-saham tersebut benar-benar dikeluarkan dari indeks.
Sentimen negatif lainnya datang dari perkembangan geopolitik global. Ketegangan diplomatik antara Washington dan Teheran kembali meningkat setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat pada 11 Mei 2026 menjatuhkan sanksi baru terhadap 12 entitas dan individu yang dituduh memfasilitasi perdagangan minyak ilegal Iran ke Cina.
Nafan memberikan rekomendasi saham antara lain PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).