IHSG Tinggalkan Level 6.500, Turun 4,3% Usai Rilis MSCI dan Pernyataan Prabowo

Katadata / Karunia Putri
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 4,3% pada perdagangan intraday Senin (18/5) pukul 10.00 WIB.
Penulis: Karunia Putri
18/5/2026, 10.23 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok 4,33% atau 290 poin ke Rp 6.432,38 pada perdagangan intraday pukul 10.00 WIB hari ini, Senin (18/5).  Penurunan indeks terjadi usai pengelola indeks global MSCI mengeluarkan 18 saham indonesia sebagai konstituen di MSCI.

Tak hanya itu, FTSE juga menyampaikan akan mendepak saham indonesia yang masuk dalam daftar terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC). Pernyataan terbaru dari Presiden RI Prabowo Subianto juga memberikan sentimen negatif kepada pasar.

Orang nomor satu di Indonesia itu berbicara terkait pelemahan nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menurutnya, masyarakat saat ini tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut. 

“Selama Purbaya (Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa) bisa senyum, tenang saja tidak usah khawatir. Mau dolar berapa ribu (rupiah) kek, kalian di desa-desa tidak pakai dolar,” kata Prabowo saat peresmian operasionalisasi 1.061 unit Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, dipantau secara daring melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, volume transaksi perdagangan mencapai 14,84 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,18 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 11.348 triliun dengan total nilai transaksi sebesar Rp 7,91 triliun.

Di antara saham-saham yang anjlok adalah saham-saham konglomerat menekan indeks sehingga anjlok tajam di pembukaan awal pekan ini. Misalnya saham Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) anjlok 14,12% ke Rp 730, PT Barito Renewables Energi Tbk (BREN) rontok 8,44% ke Rp 2.930, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) anjlok 14,88% ke Rp 3.660. Ketiga saham milik orang terkaya di Indonesia ini dikeluarkan pengelola indeks global MSCI pada rebalancing periode 12 Mei 2026 lalu.

Tak hanya itu, seluruh sektor yang ada di BEI berada di zona merah. Saham di sektor industri dasar memberikan tekanan paling dalam di indeks dengan penurunan 7,15% secara sektoral. Saham-saham industri emas, rontok berjamaah, misalnya saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 8,57% ke Rp 3.200 dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) jeblok 2.430.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, melihat pergerakan IHSG saat ini berada di pada bagian wave [v] dari wave A dalam struktur wave (2) dan skenario terburuk bisa anjlok ke rentang 6.644–6.711. Sedangkan area kenaikan terdekat IHSG berada di 6,.758–6.777.

“Waspadai area gap yang berada di 6.538–6.585,” tulis Herditya dalam risetnya, Senin (18/5). 

MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 6.682 dan 6.585. Sementara resistance terdekat berada di 6.917 dan 7.069.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri