IHSG Rontok 3,76% Tertekan Pelemahan Saham Industri, TPIA, INCO hingga ANTM Loyo

Katadata/Fauza Syahputra
Pengunjung berjalan di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). IHSG ditutup melemah 4,88% atau 406,88 poin ke level 7.922 dengan volume transaksi perdagangan mencapai 50,39 miliar saham dan frekuensi sebanyak 2,94 juta kali.
Penulis: Karunia Putri
18/5/2026, 12.46 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG anjlok 3,76% atau 252,97 poin ke Rp 6.470 pada perdagangan sesi pertama, Senin (18/5). Pelemahan terjadi terutama karena tekanan saham sektor industri dasar dan transportasi.

Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume transaksi perdagangan sepanjang sesi pertama mencapai 21,55 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,72 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 11.366 triliun dengan total nilai transaksi siang ini sebesar Rp 11,96 triliun. 

Sebanyak 84 saham ditutup naik, 682 saham turun dan 52 saham lainnya tidak bergerak. Sejak awal tahun atau year to date, indeks merosot 25,17% menjadikannya sebagai indeks dengan kinerja terburuk di Asia.

Saham-saham di sektor industri dasar anjlok 8,14% secara sektoral. Di kelompok itu, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) anjlok 14,88% ke Rp 3.660, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) merosot 10,64% ke Rp 5.250, PT Merdeka Gold Resources Tbk (MDKA) jeblok 12,09% ke Rp 2.400 dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terkoreksi 10% ke Rp p3.150.

Di kelompok saham transportasi, saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melorot 3,12% ke Rp 62, PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) turun 3,70% ke Rp 208, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) turun 6,62% ke Rp 705.

Sementara itu, pelemahan IHSG menekan indeks bergengsi di BEI LQ45 dengan penurunan 3,06%. Di dalamnya, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 2,46% ke Rp 5.950 dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) anjlok 9,50% ke Rp 438.

Sementara itu, saham PT Astra international Tbk (ASII) justru naik 1,30% ke Rp 5.825 dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) bertambah 1,27% ke Rp 1.590.

Dari sisi banyaknya nilai perdagangan, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) paling banyak diburu hingga siang ini, yaitu Rp 824,17 miliar. Disusul oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang diperdagangkan sebesar Rp 700,49 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp 669,02 miliar. 

Sementara itu, indeks bursa saham Asia juga parkir di zona merah siang ini. Indeks saham Nikkei merosot 0,62%, Hang Seng turun 1,35% dan Shanghai Composite naik 0,22%.

Daftar top gainer siang ini: 

  • PT Kimia Farma Tbk (KAEF) naik 6,67% ke Rp 640
  • PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik 3,79% ke Rp 11.625
  • PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) naik 1,89% ke Rp 540

Daftar top loser siang ini:

  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 14,98% ke Rp 880
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 14,88% ke Rp 3.660
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 14,86% ke Rp 3.150
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri