Bos BEI Optimistis dengan Pidato Ekonomi Prabowo, tapi Pasar Berkata Lain

TVParlemen
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Paripurna DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
20/5/2026, 13.50 WIB

Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons positif pidato Presiden Prabowo Subianto terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Pidato itu disampaikan kepala negara dalam Sidang Paripurna DPR di Jakarta, Rabu (20/5).

Pejabat sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan, pihaknya optimistis terhadap arah kebijakan ekonomi yang disampaikan pemerintah, termasuk prospek pergerakan pasar saham domestik ke depan. “Kami optimistis,” kata Jeffrey ketika ditemui di Gedung BEI usai menghadiri Sidang Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5).

Menurut Jeffrey, optimisme tersebut didorong target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi serta komitmen pemerintah dalam mendorong kemudahan berusaha dan investasi. Namun, bos BEI itu enggan memberikan komentar ketika ditanya apakah ada arahan khusus yang diberikan Prabowo untuk pasar modal Indonesia.

Dalam pidatonya, Prabowo menargetkan pendapatan negara dalam RAPBN 2027 berada pada kisaran 11,82% hingga 12,40% terhadap produk domestik bruto (PDB). Di sisi lain, belanja negara diarahkan lebih efisien dan produktif pada rentang 13,62% hingga 14,80% PDB. Sementara defisit RAPBN 2027 dijaga di level 1,80% sampai 2,40% PDB melalui pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan.

“Kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini,” kata Prabowo.

Pemerintah juga mematok pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,8% hingga 6,5%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan asumsi APBN 2026 di level 5,4%. Inflasi dijaga pada rentang 1,5% hingga 3,5%, sedangkan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun berada di kisaran 6,5% sampai 7,3%.

Prabowo juga menyampaikan, pemerintah memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak pada level Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS. Adapun harga minyak mentah Indonesia dipatok dalam rentang US$ 70 hingga US$ 95 per barel.

Di sisi lain, analis menilai pasar masih mencermati realistis tidaknya target dan program ekonomi pemerintah tersebut. Analis Panin Sekuritas Cabang Pondok Indah, Elandry Pratama mengatakan, pelaku pasar kembali bersikap hati-hati setelah pidato Presiden Prabowo karena sejumlah target dan program dinilai cukup ambisius.

“Investor sekarang lebih fokus melihat realistis atau tidak implementasinya, terutama terkait pembiayaan dan dampaknya terhadap fiskal,” kata Elandry.

Di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Elandry menilai saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (big caps) masih menarik karena selama ini menjadi penopang utama indeks dan relatif lebih tahan terhadap volatilitas pasar.

Selain itu, sektor energi dan komoditas juga dinilai masih menarik untuk strategi perdagangan jangka pendek, seiring harga komoditas global yang tetap tinggi meski sentimen pasar masih dibayangi isu kebijakan ekspor komoditas.

IHSG turun 0,60% atau 38,50 poin ke Rp 6.332 pada perdagangan sesi pertama, Rabu (20/5). Indeks bergerak volatil hari ini seiring pidato Prabowo. Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume transaksi perdagangan sepanjang sesi pertama mencapai 27,55 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,6 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 11.001 triliun dengan total nilai transaksi siang ini sebesar Rp 13,67 triliun. 

Sebanyak 165 saham ditutup naik, 521 saham turun dan 128 saham lainnya tidak bergerak. Sejak awal tahun atau year to date, indeks merosot 26,77% menjadikannya sebagai indeks dengan kinerja terburuk di Asia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri