RATU Resmi Genggam Blok Madura Strait, Bagaimana Prospek ke Kinerja Keuangan?

Katadata
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), milik Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro, berencana membawa anak usahanya, Raharja Energi Cepu (RATU), melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema initial public offering (IPO).
22/5/2026, 06.35 WIB

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menyetujui rencana akuisisi 100% saham SMS Development Limited (SMSD) melalui anak usaha PT Raharja Energi Madura (PT REM). REM merupakan perusahaan terkendali RATU yang dimiliki oleh Hapsoro Sukmonohadi atau dikenal Happy Hapsoro. 

Melalui transaksi ini, PT REM secara tidak langsung memperoleh 20% Participating Interest di Madura Strait PSC yang dioperasikan oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). SMS Development Limited adalah perusahaan investasi yang memiliki penyertaan saham di HCML.

Perusahaan tersebut bergerak di bidang eksplorasi dan produksi minyak mentah serta gas bumi di Selat Madura berdasarkan kontrak kerja sama production sharing contract (PSC) dengan SKK Migas. Pemegang saham juga menyetujui rencana RATU untuk menerbitkan corporate guarantee dan/atau cash deficit guarantee atas fasilitas kredit yang diperoleh PT REM dari bank maupun lembaga pembiayaan. 

Langkah ini menjadi bagian dari skema pembiayaan menyeluruh demi memastikan kelancaran penyelesaian transaksi. Persetujuan tersebut juga mencakup pemberian jaminan kepada penjual dalam rangka pelaksanaan akuisisi, sesuai ketentuan Transaksi Material berdasarkan POJK No. 17/POJK.04/2020.

Direktur Utama Raharja Energi Cepu, Sumantri, menyatakan bahwa akuisisi tersebut akan memperluas sekaligus memperkuat portofolio hulu migas RATU secara signifikan.

“Kami berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh tahapan transaksi dan memenuhi kewajiban pasca-RUPS sesuai ketentuan regulasi yang berlaku, demi kepentingan terbaik seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan,” kata Sumantri dalam keterangannya,” Kamis (21/5). 

Manajemen RATU sebelumnya menyebut kontribusi 20% partisipasi di Blok Madura Strait akan mulai tercatat dalam laporan keuangan kuartal II 2026, meskipun secara kontrak kerja sama (CSP) efek keuangan sudah efektif sejak 1 Januari 2026.

Proyeksi Kinerja

Perseroan memproyeksikan laba periode berjalan meningkat rata-rata sekitar 117% dibandingkan skenario tanpa transaksi, dengan tambahan laba bersih kumulatif mencapai US$ 72,34 juta sepanjang 2026–2030. 

Selanjutnya, REM juga menandatangani PPJB Saham pada 25 Desember 2025. Dalam transaksi ini, REM bertindak sebagai pembeli, sedangkan SMS Offshore Overseas Limited sebagai penjual. 

Transaksi itu melibatkan Cosimo Borrelli dari Kroll HK Limited sebagai agen penjual, RATU sebagai penjamin pembeli, serta OCP Asia Fund IV dan OCP Asia Fund V sebagai pemberi pinjaman baru. PPJB tersebut mengatur akuisisi 100% saham SMS Development Limited oleh REM beserta seluruh hak dan kepentingan yang melekat pada saham tersebut. 

Nilai transaksi akuisisi mencapai US$ 62,51 juta dan REM juga diwajibkan membayar deposit sebesar US$ 12,5 juta setelah penandatanganan PPJB saham. Selain nilai transaksi utama, terdapat potensi tambahan pembayaran atau contingent payment sebesar US$ 16,5 juta apabila perpanjangan PSC diperoleh. Tambahan US$ 3 juta juga akan dibayarkan apabila perpanjangan PSC disetujui sebelum 30 Juni 2027. 

Adapun untuk mendanai akuisisi, REM memperoleh fasilitas kredit senilai US$ 109,2 juta dengan tenor 75 bulan. Manajemen memperkirakan pinjaman tersebut akan dilunasi menggunakan dividen yang diterima dari HCML melalui SMS Development Limited. Sepanjang tenor pinjaman, proyeksi penerimaan dividen diperkirakan mencapai US$ 153,3 juta, lebih tinggi dibanding total kewajiban pokok dan bunga sebesar US$ 135,8 juta. 

Perseroan menyebut rasio debt service coverage ratio (DSCR) diproyeksikan tetap berada di atas 1,1 kali sepanjang masa pinjaman. Saldo kas REM juga diperkirakan tetap positif dan meningkat bertahap dari US$ 0,11 juta pada 2026 menjadi US$ 19,18 juta pada 2030. 

Manajemen menilai kondisi tersebut menunjukkan tidak terdapat risiko material terhadap kelangsungan usaha perseroan. Selain itu, RATU menilai struktur arus kas REM bersifat ring fenced atau terisolasi, sehingga tidak membebani arus kas entitas lain dalam grup. Kinerja perseroan juga masih ditopang diversifikasi laba dari Blok Jabung dan Blok Cepu. 

Per 31 Desember 2025, RATU mencatat total ekuitas sebesar US$ 56,6 juta dengan rasio liabilitas terhadap ekuitas 0,34 kali dan kas serta setara kas sebesar US$ 24,83 juta. Sementara itu, estimasi beban bunga fasilitas kredit akuisisi diperkirakan menurun secara bertahap dari US$ 5,08 juta pada awal tenor menjadi US$ 0,39 juta di akhir tenor. 

Total akumulasi bunga selama masa pinjaman diperkirakan mencapai US$ 26,62 juta. Meski demikian, manajemen menyebut dampak bersih transaksi terhadap laba konsolidasian tetap positif. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila