5 Fakta IPO Afiliasi Grup Djarum, Bach Multi Global (BACH) Tawarkan Rp400–Rp600

vecteezy.com/ecaterina tolicova
Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI)
23/6/2026, 05.40 WIB

PT Bach Multi Global Tbk akan mencatatkan penawaran umum perdana saham melalui initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia dengan kode ticker BACH. Emiten dari sektor industri terafiliasi Grup Djarum itu dijadwalkan akan melantai di BEI pada 7 Juli 2026 mendatang.

Bach Multi Global didirikan pada September 2006 dan awalnya berfokus pada penjualan genset untuk mendukung kebutuhan listrik, terutama di sektor telekomunikasi. Seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia, perusahaan kemudian memperluas bisnisnya ke jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi, dan tetap menjalankan usaha penjualan dan penyewaan genset, termasuk untuk sektor non-telekomunikasi.

Demi mendukung ekspansi tersebut, perusahaan juga membentuk anak usaha, PT Bach Multi Infrastruktu, yang bergerak di bidang jasa konstruksi infrastruktur telekomunikasi. Saat ini, kegiatan utama perusahaan mencakup dua lini bisnis, yaitu penjualan dan penyewaan genset serta jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.

5 Fakta IPO Bach Multi Global (BACH)

Tawarkan IPO Rp 400–600 Per Saham

Perseroan menawarkan sebanyak-sebanyaknya 615 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 50 per saham atau setara dengan 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Saham tersebut ditawarkan di kisaran harga Rp 400 hingga Rp 500 per saham.

Dari aksi korporasi ini, BACH berpotensi menghimpun dana sekitar Rp 246 miliar hingga Rp 307,5 miliar. Adapun penjamin pelaksana efek perusahaan yakni PT Erdikha Elit Sekuritas. 

Rencana Usai IPO

Adapun seluruh dana hasil penawaran umum perdana saham setelah dikurangi biaya emisi, sebesar Rp 91,02 miliar akan digunakan untuk melunasi sebagian utang kepada PT Bank Permata Tbk yang berasal dari fasilitas pinjaman jangka pendek omnibus revolving loan dengan penarikan bertahap pada periode Januari hingga Maret 2026.

Sisanya, dana sekitar Rp 213,48 miliar digunakan sebagai modal kerja, terutama untuk pembelian genset yang akan dijual maupun disewakan kembali oleh perseroan.

“Apabila dana hasil IPO tersebut tidak mencukupi untuk membiayai rencana penggunaan dana, maka sumber lain yang menjadi alternatif adalah dari dana internal Perseroan dan/atau pinjaman kepada pihak ketiga,” tulis prospektus. 

Struktur Pemegang Saham & Beneficial Owner

Berdasarkan struktur permodalan dan susunan pemegang saham PT Bach Multi Global sebelum Penawaran Umum Perdana (IPO), perusahaan tercatat mengamankan posisi modal dasar sebesar Rp 640 miliar, yang terdiri atas 12,8 miliar lembar saham. Sementara itu, untuk posisi jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh tercatat sebanyak 3,46 miliar lembar saham, dengan nilai akumulasi nominal mencapai Rp 173,47 miliar.

PT Bach Multi Sukses Investama menjadi pemegang saham pengendali dan mayoritas tunggal dengan kepemilikan sebesar 61,55% atau setara 2,13 miliar lembar dengan nilai Rp 106,77 miliar. Posisi kedua terbesar diisi oleh PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) yang mendekap 30% saham perseroan atau senilai Rp 52,04 miliar. Sisanya, kepemilikan saham tersebar di lima pemegang saham individu dengan porsi di bawah tiga%.

KeteranganNilai Nominal Rp50,- setiap saham  
 Jumlah SahamJumlah Nominal (Rp)%
Modal Dasar12.800.000.000640.000.000.000 
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:   
PT Bach Multi Sukses Investama2.135.496.000106.774.800.00061,55%
PT Global Telekomunikasi Prima (GTP)1.040.832.00052.041.600.00030,00%
Budi Kurniawan69.600.0003.480.000.0002,01%
Hartanto Rahardja62.400.0003.120.000.0001,80%
Edy Surianto55.200.0002.760.000.0001,59%
Zulfahmi Fithri53.102.0002.655.100.0001,53%
Hasby Jap52.800.0002.640.000.0001,52%
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh3.469.430.000173.471.500.000100,00
Jumlah Saham dalam Portepel9.330.570.000466.528.500.000 

Kemudian, pada 7 Januari 2026, pemegang saham perseroan, yaitu PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) dan PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI), menandatangani Perjanjian Opsi. Dalam perjanjian tersebut, BMSI memberikan hak kepada GTP untuk membeli saham tertentu sehingga kepemilikan GTP menjadi 51% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Kemudian pada 13 Maret 2026, GTP menyatakan akan menggunakan hak opsi tersebut dan meminta BMSI menjual 1.042.227.300 saham perseroan yang dimiliki BMSI. Harga pelaksanaan opsi akan ditentukan setelah tahap bookbuilding. Setelah transaksi selesai, GTP akan menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 51% di Perseroan.

Sehubungan dengan perjanjian opsi, kewajiban BMSI dan GTP antara lain adalah sebagai

berikut :

  1. BMSI: menyerahkan Saham Opsi kepada Pembeli melalui mekanisme crossing di pasar negosiasi BEI.
  2. GTP: membeli dan menerima Saham Opsi dari BMSI melalui mekanisme crossing di pasar negosiasi BEI dan melakukan pembayaran atas harga jual Saham Opsi kepada BMSI

Proforma modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah IPO dan setelah pelaksanaan Rencana Pembelian Saham BMSI tersebut sebagai berikut:

 Jumlah SahamJumlah Nominal (Rp)%
Modal Dasar12.800.000.000640.000.000.000 
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:   
PT Bach Multi Sukses Investama1.093.268.70054.663.435.00026,77%
PT Global Telekomunikasi Prima2.083.059.300104.152.965.00051,00%
Budi Kurniawan69.600.0003.480.000.0001,70%
Hartanto Rahardja62.400.0003.120.000.0001,53%
Edy Surianto55.200.0002.760.000.0001,35%
Zulfahmi Fithri53.102.0002.655.100.0001,30%
Hasby Jap52.800.0002.640.000.0001,29%
Masyarakat615.000.00030.750.000.00015,06%
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh4.084.430.000204.221.500.000100,00%
Jumlah Saham dalam Portepel8.715.570.000435.778.500.000 

Pada 18 Juni 2026, BMSI dan GTP menandatangani perjanjian pengalihan hak suara. Dalam perjanjian tersebut, BMSI mengalihkan hak suara atas 61,55% saham yang dimilikinya di Perseroan kepada GTP. 

Berdasarkan data tersebut, pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) perusahaan melalui GTP adalah Martin Basuki Hartono dan Victor Rachmat Hartono.

Martin Basuki Hartono dan Victor Rachmat Hartono diketahui merupakan dua tokoh utama dari generasi ketiga keluarga Hartono, pewaris dan penerus kerajaan bisnis Grup Djarum. Mereka merupakan putra dari konglomerat Budi Hartono.

Kebijakan Dividen

Perseroan menetapkan bahwa seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk saham baru hasil IPO, memiliki hak yang sama dan sederajat, termasuk hak atas pembagian dividen.

Sesuai ketentuan perundang-undangan di Indonesia dan Anggaran Dasar, Direksi mengusulkan pembagian dividen, sementara RUPS Tahunan memutuskan persetujuannya. Perseroan hanya dapat membagikan dividen pada tahun buku yang mencatat saldo laba positif.

Setelah IPO, perseroan berencana membagikan dividen kas hingga maksimal 50% dari laba bersih mulai tahun 2027 dengan dasar kinerja tahun buku 2026.

Apabila RUPS menyetujui pembagian dividen, perseroan akan menyalurkannya kepada seluruh pemegang saham yang tercatat pada tanggal pencatatan yang berhak menerima dividen, setelah memperhitungkan pajak sesuai ketentuan yang berlaku.

“Direksi dapat mengubah kebijakan dividen sewaktu-waktu sepanjang mendapat persetujuan dari para pemegang saham dalam RUPS,” demikian tertulis dalam prospektus. 

Kinerja Keuangan 2025

Bila menilik kinerja keuangannya, pendapatan neto perseroan pada tahun yang berakhir 31 Desember 2025 naik sebesar Rp 492,11 miliar atau 39,66% dibandingkan tahun 2024. Pendapatan meningkat dari Rp 1,24 triliun menjadi Rp 1,73 triliun. Kenaikan ini terutama didorong oleh pertumbuhan pendapatan pada segmen penjualan dan penyewaan genset.

Sejalan dengan itu, laba tahun berjalan juga meningkat sebesar Rp 76,80 miliar atau 97,54%, dari Rp 78,74 miliar pada 2024 menjadi Rp 155,55 miliar pada 2025. Peningkatan ini terutama berasal dari kenaikan laba sebelum pajak yang terdorong oleh pertumbuhan pendapatan neto.

Berikut perkiraan jadwal IPO BACH:

  • Perkiraan Masa Penawaran Awal : 22 - 24 Juni 2026
  • Perkiraan Tanggal Efektif : 29 Juni 2026
  • Perkiraan Masa Penawaran Umum Perdana Saham : 1 Juli 2026 – 3 Juli 2026
  • Perkiraan Tanggal Penjatahan : 3 Juli 2026
  • Perkiraan Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik : 6 Juli 2026
  • Perkiraan Tanggal Pencatatan Saham : 7 Juli 2026




Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila