Manuver INET Genggam Mega Proyek Kabel Laut hingga Gandeng Raksasa Cina

ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/nym.
Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata I Gede Darmayusa (kiri) bersama Senior Vice Presiden PT NEC Indonesia Dolat Sembiring (kanan) menyambut Golden Buoy atau ujung kabel Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Echo di Pantai Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Rabu (22/6/2022).
26/6/2026, 16.03 WIB

Emiten infrastruktur konektivitas, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menggandeng perusahaan raksasa teknologi global, PT FiberHome Technologies Indonesia. Aksi ini demi menggencarkan megaproyek infrastruktur kabel laut regional dan memperkuat konektivitas antarpulau di Indonesia.

Melalui kerja sama ini, INET menggenggam ekosistem ekonomi digital ASEAN. Kolaborasi itu mencakup pembangunan ASEAN Fiber Connect System (AFC System), pengembangan cabang kabel laut menuju Pontianak, pembangunan konektivitas domestik antarpulau, hingga pemanfaatan kapal FH-21 untuk instalasi dan pemeliharaan jaringan.

AFC System merupakan jaringan serat optik bawah laut berkapasitas tinggi yang menghubungkan sejumlah pusat ekonomi di Asia, termasuk Hong Kong, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Dalam proyek ini, INET berperan sebagai mitra pendaratan (landing station partner) di Indonesia sekaligus memperoleh hak akses kapasitas langsung pada jaringan utama AFC System.

Direktur Utama INET Muhammad Arif menyebut kerja sama tersebut menjadi langkah strategis perseroan dalam memperkuat portofolio infrastruktur digital nasional dan regional. Menurutnya, Pontianak memiliki posisi yang sangat penting secara geografis dan geopolitik sebagai jalur alternatif konektivitas global Indonesia.

“Melalui pembangunan cabang ini, INET tidak hanya melipatgandakan kapasitas jaringan internasionalnya, tetapi juga membangun fondasi kuat untuk memangkas kesenjangan digital di dalam negeri," ujar Arif dalam keterangan resminya, Kamis (25/6).

Nantinya FiberHome akan memimpin penyediaan teknologi, rekayasa sistem, serta pelaksanaan teknis proyek kabel laut. Sementara itu, INET berperan sebagai mitra lokal yang bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pendaratan kabel, pembangunan infrastruktur darat, serta pemenuhan aspek regulasi dan perizinan di Indonesia.

Sinergi Teknologi hingga Prospek ke Depan

Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada pembangunan jaringan internasional, tetapi juga memperkuat konektivitas domestik antarpulau melalui jaringan transmisi berkapasitas tinggi. Proyek tersebut mencakup seluruh tahapan pengembangan infrastruktur telekomunikasi, mulai dari perancangan sistem, pengadaan perangkat, penggelaran jaringan, hingga operasional.

Demi mendukung keberlanjutan dan efisiensi operasional, INET dan FiberHome juga mengamankan kapal khusus FH-21 yang akan digunakan untuk pemasangan kabel, pemeliharaan preventif, dan perbaikan gangguan darurat pada jaringan kabel bawah laut.

"Pada fase krusial ini, fokus kami adalah memastikan kesiapan teknis yang presisi, kepatuhan regulasi, tata kelola proyek (project governance) yang akuntabel, serta mitigasi risiko yang terukur," tambah Arif.

Dari sisi korporasi, penandatanganan MoU ini memperkuat fundamental bisnis INET yang kini didukung ekosistem aset digital terintegrasi. Mulai dari konektivitas domestik, jaringan backbone internasional, hingga fasilitas pendukung operasional kelautan.

Kesepakatan tersebut menjadi dasar bagi penyusunan perjanjian definitif yang akan mengatur nilai investasi, struktur transaksi, alokasi kapasitas jaringan, serta jadwal pelaksanaan proyek. Manajemen INET menyatakan seluruh rincian komersial dan potensi dampak keuangan dari proyek ini akan disampaikan secara transparan kepada publik dan otoritas bursa sesuai ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila