Produsen Indomie (ICBP) Bagikan Dividen Jumbo Rp 265 per Saham, Intip Kinerjanya
Emiten produsen mi instan merek Indomie PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) akan membagikan dividen jumbo Rp 265 per saham kepada investornya. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ICBP, Jumat (26/6).
Nilai dividen itu diambil dari laba bersih perseroan tahun buku 2025 senilai Rp 9,22 triliun. Perseroan mengambil 33,5% dari total laba tersebut untuk pembayaran dividen. Sisanya digunakan perseroan sebagai saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.
Direktur Utama ICBP Anthoni Salim mengatakan, mengapresiasi mitra usaha, pemegang saham, pelanggan dan jajaran manajemen perseroan untuk kinerja tahun buku 2025. “Kami tetap berkomitmen untuk menciptakan nilai tambah dan mempertahankan posisi ICBP sebagai pemimpin industri makanan dan minuman,” ujar Salim dalam keterangan resmi dikutip Jumat (26/6).
Nilai dividen ini meningkat dibandingkan dengan dividen yang dibagikan ICBP pada tahun buku 2024 sebesar Rp 250 per saham. Sementara itu, perseroan membagikan dividen senilai Rp 200 per saham pada tahun buku 2023.
Di lantai bursa, saham ICBP ditutup turun 1,86% ke Rp 6.600 per saham pada perdagangan Jumat (26/6). Sejak awal tahun atau year to date, sahamnya merosot 19,51%.
Kinerja ICBP Kuartal I 2026
mencatatkan pertumbuhan penjualan neto konsolidasi sekitar 8% yoy menjadi Rp 21,72 triliun dari Rp 20,19 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Namun laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 3% yoy menjadi Rp 2,57 triliun dari Rp 2,66 triliun pada kuartal pertama tahun lalu.
Marjin laba usaha di kisaran 21,3% meskipun laba usaha turun 10% menjadi Rp 4,62 triliun di kuartal pertama tahun 2026 karena rendahnya laba atas selisih nilai tukar mata uang asing dari kegiatan operasi. Padahal pada periode yang sama tahun lalu ICBP membukukan Rp 5,15 triliun di kuartal pertama tahun 2025.
Anthoni Salim mengatakan ICBP terus memberikan penjualan yang meningkat dan mempertahankan marjin profitabilitas yang sehat. Ia mengatakan ICBP akan tetap waspada terhadap potensi gejolak makroekonomi dan berbagai faktor risiko eksternal.
“Kami akan terus fokus dan beradaptasi dengan cepat untuk menangkap berbagai peluang pertumbuhan, memperkuat daya saing, serta mempertahankan posisi keuangan yang sehat,” ucap Anthoni.