Respons RANS soal Isu Dugaan Pencucian Uang yang Sempat Bayangi IPO

Katadata/Karunia Putri
Direktur Utama RANS, Nagita Slavina Mariana Tengker, menyampaikan paparan saat penawaran umum saham perdana atau IPO PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/7).
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
10/7/2026, 13.34 WIB

Emiten milik pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), membantah isu keterlibatan dalam dugaan pencucian uang atau money laundering. Isu itu mulai mencuat pada awal 2024 dan kembali santer menjelang perseroan mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di bursa.

Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi mengatakan, perseroan melaksanakan seluruh tahapan IPO sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Jadi, kalau mungkin tadi masalah pencucian uang, itu mungkin lebih kepada rumors yang ada daripada faktanya yang ada. Mungkin itu jawaban dari saya," kata Darwin dalam konferensi pers RANS di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (10/7).

Dia mengatakan, pertumbuhan valuasi perseroan terjadi karena kinerja dan masuknya investasi dari Grup Emtek yaitu PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) pada 2021 sebesar Rp 248 miliar. 

"Karena, katakanlah Tahun 2021, itu adalah saat di mana, tadi Pak Tanto (Wakil Direktur Utama EMTK, Sutanto Hartono) katakan, EMTK masuk Rp 248 miliar, sejumlah katanya hampir 17-18%. Valuasi saat itu saja sudah Rp 1,3 triliun," ujarnya.

Dia mengatakan, valuasi RANS saat ini telah meningkat sekitar 10% menjadi lebih dari Rp 2 triliun. Seiring dengan IPO RANS di BEI, menurutnya itu menjadi bukti bahwa berbagai isu miring yang beredar mengenai perseroan tidak berdasar.

"Which is itu yang terjadi. Makanya saya rasa IPO-nya RANS itu penting untuk menyampaikan apa yang terjadi di emiten ini secara fakta yang ada, mengikuti ketentuan baik dari Otoritas Jasa Keuangan dan BEI. Mudah-mudahan menjawab," kata dia.

Apabila melihat jauh sebelum IPO dan kondisi bisnis-bisnis RANS, dalam prospektus IPO terdapat tujuh anak usaha RANS yang hingga saat ini tercatat tidak beroperasi.

Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di berbagai bidang, mulai dari restoran, penyelenggara acara (event organizer), klub olahraga digital, taman rekreasi dan konservasi, hingga jasa dan perdagangan. Sebut saja PT Rans Keluarga Bersama, PT Rans Olahraga Digital, PT Rans Karnaval Internasional, PT Rans Karnaval Indonesia, PT Rans Boga Indonesia (RBI), PT Manusia Masa Depan, dan PT Rans Surya Aktivasi. Sebagian besar perusahaan itu didirikan pada periode 2021–2022.

Sebelum pelaksanaan IPO, kinerja keuangan RANS tercatat merosot sepanjang 2025. Pendapatan perseroan turun 13,91% secara tahunan menjadi Rp 353,37 miliar, dari Rp 410,49 miliar pada 2024. 

Penurunan tersebut dipicu merosotnya pendapatan dari segmen brand ambassador dan talent management yang anjlok 51,55% menjadi Rp 51,92 miliar. Selain itu, pendapatan dari penjualan produk makanan, minuman, dan kecantikan berbasis intellectual property (IP) juga turun 12,69% menjadi Rp 107 miliar. Perseroan juga tidak lagi memperoleh kontribusi dari segmen olahraga setelah melepas anak usaha PT Rans Prestisius Klub Sepakbola pada 2024.

Sejalan dengan penurunan pendapatan, laba bersih RANS ikut melorot 41,6% menjadi Rp 56,68 miliar pada 2025, dari Rp 97,07 miliar pada tahun sebelumnya.

Perseroan menjelaskan, penurunan laba tersebut dipengaruhi oleh tingginya basis perbandingan pada 2024 yang ditopang keuntungan nonberulang (non-recurring) sebesar Rp 44,94 miliar dari pelepasan entitas anak. Pada periode yang sama, perusahaan juga membukukan rugi dari operasi yang dihentikan sebesar Rp 10,46 miliar.

Sementara RANS resmi mencatatkan saham perdananya lewat aksi IPO di BEI pada Jumat (10/7). Perusahaan hiburan itu menjadi emiten ketujuh yang melantai di BEI sepanjang 2026 ini. 

Pada debut perdananya, saham RANS dibuka melesat 34,12% ke level Rp 228 dari harga penawaran. Volume perdagangan saham RANS tercatat mencapai 7.683 dengan nilai transaksi Rp 175,17 juta. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.580 kali.

Dalam aksi IPO ini, RANS menawarkan sebanyak-banyaknya 2,52 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Perseroan mematok harga penawaran dengan kisaran Rp 135-170 per saham. 

Dari kisaran itu, RANS menetapkan harga teratas untuk IPO, yaitu Rp 170 per saham. Dengan harga tersebut, RANS menghimpun dana segar mencapai Rp 429,25 miliar. Kemudian perseroan menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia (LG) sebagai penjamin pelaksana emisi efek. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri