Kinerja Unilever (UNVR) Semester I di Tengah Rumor Divestasi Bango, Lanjut Laba?

123rf/Balazs Sebok
Ilustrasi kantor/gedung Unilever di Thailand
28/7/2026, 12.06 WIB

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan kinerja positif hingga semester pertama 2026 di tengah isu divestasi merek Bango. Berdasarkan laporan keuangannya, Unilever Indonesia membukukan laba Rp 2,69 triliun hingga semester pertama 2026.

Angka itu melonjak 37,77% year on year (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 2,15 triliun. Laba sebelum bunga, pajak,  penyusutan dan amortisasi (EBITDA) operasi yang dilanjutkan naik 1,75% yoy menjadi Rp 2,9 triliun dari sebelumnya Rp 2,85 triliun. 

Tak hanya EBITDA, pendapatan UNVR juga naik 7,05% yoy menjadi Rp 16,89 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 15,78 triliun. Secara rinci pendapatan dari dalam negeri sebesar Rp 16,39 triliun dan ekspor sebesar Rp 501 miliar.

Di sisi profitabilitas, laba bersih dari operasi berkelanjutan naik 10,2% yoy menjadi Rp 2,1 triliun. Sementara itu, margin laba sebelum pajak dari operasi berkelanjutan tetap terjaga di level 15,7%. Adapun margin kotor dari operasi berkelanjutan tercatat 46,6%, turun 168 basis poin dibandingkan tahun lalu. 

Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap mengatakan kinerja semester pertama 2026 mencerminkan hasil positif dari upaya perusahaan memperkuat fundamental bisnis.

“Hasil ini semakin memperkuat keyakinan kami bahwa strategi yang kami jalankan telah membuahkan hasil nyata dan bisnis terus bergerak ke arah yang tepat,” kata Benjie dalam keterangannya, Selasa (28/7). 

Adapun kedepannya, Benjie mengatakan UNVR akan tetap fokus mendorong pertumbuhan yang kompetitif melalui eksekusi strategi pada kategori produk, saluran penjualan, dan efisiensi biaya. 

Menurutnya, di tengah kondisi pasar yang masih dinamis, perusahaan optimistis dapat terus memperkuat kinerja bisnis. Hal itu dengan mengandalkan fundamental yang semakin kokoh, portofolio merek yang kuat, eksekusi pasar yang lebih efektif, dan peningkatan produktivitas secara berkelanjutan.

“Dengan didukung budaya hungry to win, kami percaya dapat semakin memperkuat daya saing, mempercepat pertumbuhan yang berkualitas, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham maupun seluruh pemangku kepentingan,” ujar Benjie.

Rumor Akuisisi Bango Milik UNVR Berembus

Sebelumnya kabar akuisisi merek kecap Bango milik PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) oleh Grup Djarum mencuat dalam beberapa hari terakhir. Kabar itu muncul di tengah aksi divestasi bisnis makanan dan minuman yang tengah dilakukan Unilever Indonesia. Menanggapi kabar yang beredar, manajemen Savoria Group, entitas Grup Djarum yang disebut-sebut turut ambil bagian dalam rencana tersebut menyampaikan bantahan. 

Savoria Grup juga menyatakan tidak memiliki wacana untuk melakukan ekspansi bisnis melalui akuisisi, termasuk merek Bango. “Jadi kabar mengenai rencana akuisisi Bango adalah tidak benar,” kata manajemen Savoria Grup kepada Katadata.co.id, Selasa (21/7).   

Konfirmasi juga sudah dilayangkan kepada tim komunikasi Unilever Indonesia. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi yang diterima.  Sebelumnya, PT Savoria Kreasi Rasa telah mengambil alih unit bisnis teh bermerek SariWangi milik Unilever Indonesia (UNVR) senilai Rp 1,5 triliun. 

Akuisisi ini juga bentuk komitmen jangka panjang Savoria Group dalam memperkuat industri teh nasional sekaligus mendorong pertumbuhan merek-merek legendaris asli Indonesia. Lewat aksi ini, Grup Djarum berupaya memperkokoh industri teh melalui merek ikonik SariWangi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila