Laba Emiten Hapsoro Rukun Raharja (RAJA) Naik Jadi Rp 410 Miliar, Apa Pemicunya?

Katadata
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), milik Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro, berencana membawa anak usahanya, Raharja Energi Cepu (RATU), melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema initial public offering (IPO).
31/7/2026, 16.35 WIB

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 22,75 juta atau sekitar Rp 410,69 miliar hingga semester pertama 2026. Angka itu melonjak hingga 100,4% secara tahunan atau year on year (yoy) dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 11,35 juta atau sekitar Rp 204,91 miliar.

Pada laporan keuangannya, RAJA membukukan pendapatan sebesar US$ 131,2 juta atau sekitar Rp 2,37 triliun, meningkat 3% dibandingkan US$ 127,6 juta atau Rp 2,30 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Direktur Utama Rukun Raharja, Djauhar Maulidi, mengatakan bahwa meskipun RAJA menghadapi tantangan pada beberapa aktivitas operasional, perusahaan masih berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan kinerja. Hal itu melalui kombinasi disiplin operasional, optimalisasi portofolio investasi, hingga momentum positif dari sektor hulu. 

“Perseroan akan melanjutkan berbagai inisiatif strategis pada paruh kedua tahun 2026, termasuk percepatan pembangunan infrastruktur energi serta optimalisasi aset-aset yang telah beroperasi,” kata Djauhar dalam keterangannya, Jumat (31/8). 

Manajemen RAJA mengatakan pertumbuhan pendapatan pada semester I 2026 terutama ditopang dari kontribusi penuh proyek Sengkang Gas Compressor yang telah beroperasi secara komersial. Kontribusi itu mampu mengimbangi penurunan volume penjualan gas akibat gangguan operasional pada jaringan pipa gas di Sumatra.

Sejalan dengan itu, laba berjalan melonjak menjadi US$ 28,9 juta atau sekitar Rp 521,53 miliar, naik 88% dibandingkan US$ 15,4 juta atau sekitar Rp 277,91 miliar pada semester I 2025.

Djauhar mengatakan kenaikan laba didorong oleh kontribusi penuh proyek Sengkang Gas Compressor, meningkatnya pendapatan investasi dari PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) yang memperoleh manfaat dari rata-rata harga minyak sekitar US$ 117 per BOEPD, lebih tinggi dibandingkan sekitar US$ 74 per BOEPD pada periode yang sama tahun lalu. 

Selain itu, pertumbuhan laba juga ditopang oleh kontribusi pendapatan investasi dari Grup Hafar serta keuntungan dari pembelian murah atau gain on bargain purchase atas akuisisi participating interest di Blok Madura melalui PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila