Unit ETF Emas Syailendra (XSGO) Tembus 3,1 Juta, Bertambah 107% sejak Debut

Katadata/ChatGPT
Ilustrasi ETF emas sebagai salah satu produk investasi.
Penulis: Ahmad Islamy
14/8/2026, 18.05 WIB

Jumlah unit beredar Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO) terus bertambah sejak pertama kali tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam empat hari perdagangan, unit XSGO meningkat hampir 107% dari 1,5 juta unit menjadi 3,1 juta unit.

Berdasarkan laporan jumlah peredaran unit penyertaan yang disampaikan Syailendra Capital, XSGO menambah 900.000 unit pada Jumat (14/8) ini. Dengan penambahan tersebut, jumlah unit yang beredar mencapai 3,1 juta unit, dari sebelumnya 2,2 juta unit. Tidak terdapat pengurangan unit dalam periode tersebut.

Penambahan itu merupakan yang terbesar sejak ETF emas syariah tersebut mulai diperdagangkan. Sehari sebelumnya atau pada Kamis (13/8) kemarin, XSGO mencatat tambahan 600.000 unit sehingga jumlah unit beredar meningkat dari 1,6 juta menjadi 2,2 juta unit.

Sebelum itu, pada Selasa (11/8), Syailendra Capital juga melaporkan penambahan 100.000 unit. Jumlah unit beredar XSGO saat itu meningkat dari 1,5 juta menjadi 1,6 juta unit.

Dengan demikian, sejak pencatatan perdana hingga pembaruan terakhir, XSGO telah mencatat tambahan 1,6 juta unit, atau meningkat sekitar 106,7% dari jumlah awal.

Mulai Diperdagangkan 10 Agustus 2026

XSGO pertama kali tercatat di BEI pada Senin (10/8) lalu, bertepatan dengan HUT Pasar Modal Indonesia ke-49 dan bersamaan dengan peluncuran empat produk ETF emas lainnya di BEI.

Dalam pengumuman pencatatan, BEI menyebut direksi bursa telah menyetujui pencatatan awal XSGO sebanyak 1,5 juta unit penyertaan. Produk tersebut memiliki nilai aktiva bersih (NAB) awal Rp 1,53 miliar dengan harga perdana Rp 1.021 per unit.

BEI menetapkan jumlah maksimum unit penyertaan XSGO yang dapat diterbitkan mencapai 10 miliar unit. Produk itu dikelola oleh PT Syailendra Capital, dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk sebagai bank kustodian dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai dealer partisipan. Artinya, hingga pembaruan hari ini, jumlah unit XSGO yang beredar baru sekitar 0,031% dari batas maksimum 10 miliar unit.

XSGO menjadi salah satu dari lima ETF emas yang diluncurkan di BEI pada Senin lalu. Empat produk lainnya adalah Trimegah Syariah ETF Emas dengan kode XTRA, Mandiri ETF Emas (XMES), BRI MI Gold ETF Syariah (XDES), dan Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD).

Kelima ETF tersebut dikelola oleh lima manajer investasi, yakni PT Trimegah Asset Management, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BRI Manajemen Investasi, PT Syailendra Capital, dan PT Indo Premier Investment Management.

Peluncuran lima produk tersebut menandai masuknya instrumen emas ke dalam ekosistem perdagangan ETF di pasar modal Indonesia. Kehadirannya juga menjadi bagian dari upaya menghubungkan pasar modal dengan industri bulion atau ekosistem perdagangan dan pengelolaan emas nasional.

Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Samsul Hidayat mengatakan, ETF emas diharapkan menjadi alternatif instrumen investasi bagi investor pasar modal Indonesia.

“ETF emas diharapkan menjadi alternatif instrumen investasi baru bagi investor pasar modal Indonesia,” ujar Samsul dalam seremoni peluncuran ETF emas di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (10/8).

Menurut Samsul, pengembangan produk tersebut merupakan hasil kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), self-regulatory organizations (SROs), manajer investasi, bank kustodian, dealer partisipan, bank bulion, dan pelaku industri pasar modal.

Ekosistem tersebut mencakup penyediaan emas fisik sebagai aset dasar, pencatatan electronic gold receipt (EGR) di KSEI sebagai representasi kepemilikan emas secara elektronik, hingga perdagangan unit ETF emas di BEI.

Berdasarkan data perdagangan hari ini, harga XSGO bertengger di Rp 1.040 per unit, terkoreksi 65 poin atau 5,88%. Sejak diluncurkan, harga produk ETF emas ini naik 1,86%.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.