Manuver Telkom (TLKM) Kerek Kapasitas Data Center 3 Kali Lipat di Batam 2027
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) terus menggenjot bisnis data center atau pusat data dengan membangun fasilitas baru di Batam. Perseroan menyiapkan kapasitas awal sebesar 6 megawatt (MW) dan ditargetkan mulai beroperasi pada semester kedua 2026.
Direktur Enterprise and Business Service Telkom Indonesia, Veranita Yosephine mengatakan, Telkom juga menyiapkan ekspansi lanjutan di Batam. Perseroan menargetkan kapasitas data center tersebut meningkat tiga kali lipat dari kapasitas awal menjadi 18 MW pada tahun depan.
Ia menyebut ekspansi itu seiring dengan kuatnya permintaan terhadap fasilitas hyperscale data center milik Telkom dan juga membuka peluang kemitraan strategis.
“Selain pertumbuhan organik, kami juga terus mengevaluasi peluang strategic partnership untuk mempercepat pertumbuhan sekaligus membuka nilai dari platform data center Telkom Group,” kata Veranita dalam paparan publik Telkom 2026, Senin (7/9).
Selain itu, dia menuturkan, permintaan terhadap fasilitas hyperscale data center Telkom masih kuat. Data center di Cikarang, Jawa Barat, saat ini memiliki kapasitas efektif 15,5 megawatt (MW) dengan tingkat okupansi mencapai 96%. Secara keseluruhan, kapasitas fasilitas tersebut juga telah terserap penuh atau fully leased, termasuk kapasitas yang masih dalam tahap pengembangan. Lalu data center Telkom di Singapura mencatatkan tingkat okupansi sekitar 90% sebesar 17,4 MW.
Ke depan, Telkom akan terus menambah kapasitas data center secara bertahap. Pada proyek Cikarang tahap pertama, total kapasitas ditargetkan mencapai 21,5 MW, sedangkan pengembangan tahap kedua direncanakan dimulai pada 2027.
Veranita mengatakan bisnis data center menjadi salah satu area pertumbuhan strategis Telkom Group. Perseroan memiliki posisi yang kuat di Indonesia sekaligus melihat peluang untuk memperluas bisnis tersebut ke pasar regional.
Pada semester pertama 2026, PT Telkom Data Ekosistem membukukan pendapatan Rp 867 miliar, tumbuh 11% secara tahunan dan 17% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Dari sisi skala, Telkom Group memiliki total kapasitas efektif data center sebesar 49,9 megawatt (MW), ditambah lebih dari 3.060 rak neuCentrIX. “Dengan basis pelanggan yang terdiversifikasi, mulai dari global cloud providers, institusi keuangan, perusahaan teknologi hingga pelanggan enterprises,” ucapnya.
Pada segmen B2B Infrastructure, Telkom mencatatkan pendapatan eksternal Rp 4,7 triliun, tumbuh 4,9% secara tahunan. Bisnis menara telekomunikasi dan data center menopang pertumbuhan tersebut. Rasio tenansi meningkat menjadi 1,57 kali, sedangkan tingkat okupansi data center mencapai 88% berdasarkan kapasitas terpakai.
Sementara itu, pendapatan eksternal B2B ICT tercatat Rp 7,3 triliun atau turun tipis 1,3% secara tahunan. Ia mengatakan hal itu imbas dari proses streamlining sejumlah entitas anak dan penurunan belanja pemerintah.
Kendati demikian, sejumlah area prioritas masih tumbuh. Pendapatan dari segmen usaha kecil dan menengah naik 11,5%, sedangkan jumlah pelanggan Indibiz meningkat 11,7% menjadi 756 ribu.
Adapun Telkom Group mengoperasikan 35 data center yang terdiri atas hyperscale dan edge data center. Telkom terus menambah kapasitas, termasuk melalui pengembangan data center di Batam untuk memperkuat keterhubungan ekosistem digital Batam–Singapura.
Demi memperluas konektivitas, terutama ke wilayah yang belum terjangkau jaringan serat optik, Telkom mengandalkan tiga satelit aktif dengan total kapasitas 42,2 Gbps. Infrastruktur tersebut menopang tiga domain utama bisnis digital Telkom, yakni digital connectivity, digital platform, dan digital services.