PT Phapros Tbk (PEHA) mengawali tahun ini dengan kinerja keuangan yang mengesankan. Sebelumnya, emiten farmasi itu juga sukses mencetak pertumbuhan laba bersih untuk Tahun Buku 2025 sebesar 109% YoY.
PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo mencatatkan pertumbuhan laba sepanjang kuartal pertama 2026, seiring dengan naiknya pendapatan perseroan.
Sejumlah emiten milik konglomerat Anthoni Salim sudah melaporkan kinerja keuangan mereka sepanjang 2025. Mayoritas emiten dalam Grup Salim itu mencatatkan pertumbuhan.
Emiten pelat merah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) berencana ekspansi dengan menambah dua lini usaha baru, yaitu bisnis hydrogen fuel cell dan data center.
Emiten Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), tengah meningkatkan upaya akuisisi aset hulu migas baru. Rencana itu juga mencakup penambahan aset di mancanegara.
Entitas bisnis milik konglomerat nomor wahid di Indonesia yaitu Prajogo Pangestu melaporkan kinerja keuangan tahun 2025. Secara keseluruhan, emiten di gurita bisnis Prajogo mencatat kinerja cemerlang.
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melanjutkan kegiatan eksplorasi di wilayah konsesi tambang batu bara miliknya di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, sepanjang kuartal I 2026.
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), melalui anak usahanya PT Chandra Shipping International (CSI) meresmikan kapal logistik kimia bernama Boreas dengan kapasitas 9.000 DWT.
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatatkan rugi bersih jumbo sebesar Rp 5,4 triliun sepanjang 2025. Ruginya kian membengkak hingga 6.127% secara tahunan atau year on year (YoY).
PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau Wika Beton membeberkan strategi perseroan dapat mencetak laba di kala emiten BUMN di bidang konstruksi lainnya merugi.