MSCI sebelumnya menyatakan masih membekukan seluruh kenaikan pada foreign inclusion factor (FIF) dan number of shares (NOS) untuk saham-saham Indonesia untuk periode rebalancing Mei ini.
Kinerja Emiten Baja seperti KRAS, ISSP, dan GGRP menunjukkan tren beragam di tengah tekanan biaya energi dan gangguan rantai pasok global yang membayangi industri.
PT Phapros Tbk (PEHA) mengawali tahun ini dengan kinerja keuangan yang mengesankan. Sebelumnya, emiten farmasi itu juga sukses mencetak pertumbuhan laba bersih untuk Tahun Buku 2025 sebesar 109% YoY.
PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo mencatatkan pertumbuhan laba sepanjang kuartal pertama 2026, seiring dengan naiknya pendapatan perseroan.
Sejumlah emiten milik konglomerat Anthoni Salim sudah melaporkan kinerja keuangan mereka sepanjang 2025. Mayoritas emiten dalam Grup Salim itu mencatatkan pertumbuhan.
Emiten pelat merah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) berencana ekspansi dengan menambah dua lini usaha baru, yaitu bisnis hydrogen fuel cell dan data center.
Emiten Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), tengah meningkatkan upaya akuisisi aset hulu migas baru. Rencana itu juga mencakup penambahan aset di mancanegara.