Progres Telkom (TLKM) Jual Mayoritas Saham NeutraDC, Target Rampung Akhir 2026

Dok. Telkom Indonesia
NeutraDC memperluas infrastruktur AI-ready dan konektivitas regional guna memperkuat ekosistem digital Indonesia.
7/9/2026, 15.44 WIB

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membeberkan progres rencana untuk menjual saham mayoritasnya di bisnis pusat data NeutraDC. Direktur Wholesale & International Service Telkom, Budi Satria Dharma Purba mengatakan, proses saat ini sudah masuk ke tahap evaluasi binding offers dengan target penyelesaian pada akhir 2026.

Akan tetapi, ia enggan mengungkap berapa nilai dan porsi kepemilikan yang akan dilepas. “Terkait nilai ataupun porsi kepemilikan yang beredar di pasar, angka tersebut merupakan kajian atau estimasi dari pihak eksternal dan merupakan dan bukan merupakan angka resmi dari kami,” kata Budi dalam paparan publik TLKM 2026, Senin (7/9). 

Kabar Telkom akan menjual saham NeutraDC sebelumnya sempat diungkapkan seorang sumber yang berbicara dengan syarat anonim kepada Bloomberg. Disebutkan bahwa langkah itu dilakukan emiten telekomunikasi pelat merah itu untuk memanfaatkan peningkatan minat pada aset infrastruktur digital. 

Telkom disebut tengah bekerja sama dengan penasihat keuangan untuk potensi penjualan saham mayoritas di NeutraDC. Telkom Indonesia menargetkan valuasi bisnis mencapai US$ 1 miliar hingga US$ 1,5 miliar atau Rp 14,84 triliun hingga Rp 25,3 triliun (asumsi kurs 16.844 per dolar AS). 

Sumber Bloomberg itu menyebutkan, pembahasan masih berlangsung dan belum ada kepastian penjualan. Ini bukan pertama kalinya Telkom menjajaki penjualan aset pusat data. BUMN itu sebelumnya mulai mencari calon investor pada 2022 dengan target valuasi mencapai US$ 1 miliar atau Rp 14,84 triliun.

Kendati demikian, Budi mengatakan Telkom melihat NeutraDC memiliki prospek pertumbuhan yang kuat dan berpotensi menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru perseroan. Peluang tersebut ditopang kebutuhan data center yang terus meningkat, baik di Indonesia, regional, maupun global.

Demi mempercepat pertumbuhan bisnis NeutraDC, Budi mengaku Telkom memilih menggandeng mitra strategis. Perseroan menilai kehadiran mitra dapat mendorong ekspansi bisnis lebih cepat. Ia pun membeberkan adanya mitra membawa kapabilitas yang dapat mendukung pengembangan bisnis NeutraDC.

“Kemudian bisa memberikan akses ke market yang lebih luas, dan yang terakhir tentunya terkait dengan funding,” ucap Budi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila