Kata Elnusa (ELSA) soal Merger dengan Pertamina Drilling Services

Katadata
Ilustrasi kinerja bisnis dan saham PT Elnusa Tbk (ELSA.
7/9/2026, 17.55 WIB

Entitas Grup Pertamina, PT Elnusa Tbk (ELSA), buka suara soal rencana penggabungan usaha atau merger dengan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI). Apa kata mereka?

Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji mengatakan, perseroan memahami terdapat berbagai opsi dalam agenda streamlining untuk mengoptimalkan struktur perusahaan. Namun, saat ini proses tersebut masih dalam tahap pembahasan. Elnusa akan mematuhi dan menghormati proses yang tengah berlangsung di perseroan.

“Dan tentu nantinya proses tersebut akan mengikuti aturan pasar modal yang berlaku dan tentu saja tetap melindungi hak-hak dari pemegang saham independen,” kata Rustam dalam paparan publik 2026, Senin (7/9). 

Sebetulnya, isu terkait penggabungan usaha sudah diwacanakan sejak lama. Dalam laporan Katadata pada Agustus 2025, induk usaha ELSA, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menjelaskan, sebagai subholding upstream, perusahaan fokus pada pencarian sumber minyak dan gas untuk mendukung ketahanan energi nasional. 

Hal itu diungkapkan Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi, Hermansyah Y Nasroen. Dia mengatakan, perusahaan masih fokus mengutamakan optimalisasi kinerja masing-masing entitas di lingkup Subholding Upstream.

“Adapun untuk rencana sinergi bisnis masih dalam proses kajian,” ungkap Hermasyah ketika dihubungi Katadata.co.id, Jumat (15/8/2025).

Berdasarkan kinerja keuangan semester II 2026, ELSA meraup pendapatan Rp 7,58 triliun, tumbuh 8,9% secara tahunan. EBITDA perseroan meningkat 16,2% menjadi Rp 862 miliar, sedangkan laba bersih melonjak 29,2% YoY menjadi Rp 435 miliar.

Pertumbuhan laba yang lebih tinggi dibandingkan pendapatan turut mengerek net profit margin menjadi 5,73%. Elnusa juga membukukan arus kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 761 miliar, naik 16%, dengan posisi kas mencapai Rp 2,88 triliun. Perseroan mempertahankan peringkat korporasi idAA+ dari Pefindo.

Direktur Keuangan Elnusa, Nelwin Aldriansyah mengatakan, perseroan tidak hanya mengejar pertumbuhan pendapatan, tetapi juga berupaya meningkatkan kualitas pertumbuhan dan profitabilitas.

Elnusa juga mengantongi carry forward contracts senilai Rp 18,8 triliun hingga akhir semester pertama 2026. Nilai tersebut terdiri atas Rp 9,5 triliun pada Jasa Hulu Migas Terintegrasi; Rp 2,3 triliun pada Jasa Penunjang Migas, serta; Rp 7 triliun pada Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi.

Selain memperkuat bisnis inti, ELSA terus memperluas ruang pertumbuhan melalui teknologi, inovasi, dan pengembangan pasar. Sebesar 22% pendapatan semester I 2026 berasal dari pelanggan pihak ketiga, melengkapi basis bisnis dalam ekosistem Pertamina Group. 

Pengembangan kapabilitas seperti teknologi akuisisi seismik Stryde, Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR), layanan geospasial Pertapixel, hingga Road Traffic Control (RTC) diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas dan memberikan solusi terhadap kebutuhan pelanggan. 

“Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi Elnusa untuk mengubah kapabilitas teknologi dan operational know-how menjadi peluang bisnis dan sumber pertumbuhan baru,” ucap Nelwin. 

 
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila