RAJA Tuntaskan Akuisisi 5% Saham PT LNG, Masuk Proyek FLNG Pertama RI

ANTARA/HO-RAJA
Ilustrasi pekerja perusahaan industri hulu migas PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).
8/9/2026, 18.48 WIB

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melalui anak usahanya, PT Raharja Gas Kasuri, menuntaskan akuisisi 5% saham PT Layar Nusantara Gas (LNG). Aksi korporasi itu melalui penandatanganan akta jual beli saham antara PT Raharja Gas Kasuri dan Genting LNG Pte Ltd pada Jumat (4/9) lalu.

PT Layar Nusantara Gas adalah pengembang infrastruktur midstream dan downstream, termasuk fasilitas floating liquefied natural gas (FLNG) pertama di Indonesia. Perusahaan juga menjadi salah satu offtaker gas bumi yang diproduksi dari Blok Kasuri di Papua Barat berdasarkan Kontrak Bagi Hasil Kasuri (Kasuri PSC).

Direktur Utama Rukun Raharja, Djauhar Maulidi mengatakan, aksi itu menjadi bagian dari strategi ekspansi usaha RAJA. Sekaligus memperluas kemitraan strategis dengan Genting Berhad Group dalam pengembangan dan pengoperasian infrastruktur FLNG.

“Kepemilikan saham kami di PT LNG memperkuat posisi RAJA Group di sepanjang rantai nilai LNG dan meletakkan fondasi bagi kolaborasi jangka panjang yang lebih luas untuk mendukung pengembangan ekosistem LNG di RI,” ungkap Djauhar dalam keterangannya, Selasa (8/9). 

Dia mengatakan, Lapangan Asap, Kido, dan Merah (AKM) di Blok Kasuri telah disetujui pemerintah melalui Rencana Pengembangan Lapangan Pertama atau Plan of Development (POD I).

Rencana pengembangan itu mencakup pasokan gas bumi sebesar 230 MMscfd kepada fasilitas FLNG berkapasitas 1,2 juta ton per tahun (mtpa) selama 18 tahun. Selain itu, sekitar 102 MMscfd gas dialokasikan untuk pasar domestik.

Melalui kepemilikan saham di PT Layar Nusantara Gas, RAJA juga meraup eksposur langsung pada bisnis midstream dan likuefaksi gas. Bisnis itu akan melengkapi portofolio perseroan di bidang perdagangan gas, transportasi, dan infrastruktur energi.

Tak hanya itu, investasi tersebut juga memperluas bisnis RAJA Group dari gas pipa menuju rantai nilai LNG yang lebih terintegrasi. Keikutsertaan dalam proyek FLNG pertama di Indonesia juga membuka peluang kolaborasi lebih lanjut dengan Genting Berhad Group dalam ekosistem LNG di Indonesia.

Djauhar menuturkan, alokasi gas dari proyek tersebut untuk pasar domestik juga mendukung ketahanan energi nasional, sejalan dengan strategi pengembangan usaha jangka panjang RAJA.

“Meskipun demikian, akuisisi ini memberikan pijakan strategis bagi Perseroan untuk berpartisipasi lebih luas dalam proyek tersebut dan dalam rantai nilai LNG di Indonesia,” kata Djauhar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila