Rupiah hingga Bahan Baku Tekan Margin Kalbe Farma (KLBF), Bagaimana Dampaknya?
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menghadapi tekanan margin laba akibat pelemahan nilai tukar rupiah hingga kenaikan harga bahan baku.
Direktur Kalbe Farma Kartika Setiabudy mengakui gejolak geopolitik di Timur Tengah turut mengerek harga sejumlah bahan baku perusahaan, terutama yang berkaitan dengan minyak mentah. Ia mengatakan imbasnya kenaikan harga bahan baku dan pelemahan rupiah menekan laba kotor sekaligus menggerus margin perseroan.
“Salah satu kendala yang kami hadapi adalah tekanan terhadap margin khususnya di level gross profit yang memang sebagian besar dikontribusikan dari bahan baku. Sebagian besar bahan baku kami memang masih harus diimpor karena ketersediaan secara lokal masih sangat terbatas,” kata Kartika dalam paparan publik 2026, Jumat (11/9).
Kartika mengatakan Kalbe Farma telah menaikkan harga secara terbatas pada sejumlah produk kesehatan untuk meredam tekanan margin. Namun, ia mengakui Kalbe Farma tidak bisa menaikkan harga secara agresif karena kondisi ekonomi dan pelemahan daya beli masyarakat.
Menurutnya, ruang kenaikan harga pada segmen obat resep juga terbatas seiring pergeseran pasar ke obat generik yang memiliki tingkat persaingan tinggi. Kalbe juga tetap mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Tak hanya itu, ia mengatakan tekanan daya beli terasa pada bisnis nutrisi, terutama pasar susu bubuk. Alhasil, ia menyebut Kalbe akan terus mengevaluasi peluang kenaikan harga pada produk yang masih memungkinkan.
Selain menaikkan harga, Kalbe berupaya menekan biaya melalui efisiensi proses produksi dan peningkatan volume untuk mengoptimalkan biaya produksi. Perseroan juga akan melanjutkan efisiensi beban operasional.
“Ini merupakan suatu upaya yang kami lakukan terus menerus sebagai suatu perusahaan, supaya kami bisa melakukan perbaikan secara margin, walaupun memang harus dilakukan secara bertahap, karena tekanan terhadap gross profit kami memang cukup besar,” kata Kartika.
Dalam jangka panjang, Kartika mengatakan Kalbe juga akan meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Strategi itu telah diterapkan pada bisnis obat resep melalui fasilitas produksi lokal, meski pasokan bahan baku dari dalam negeri masih terbatas.
Selain itu Kalbe juga mulai meningkatkan TKDN pada segmen alat kesehatan melalui sejumlah proyek peralatan medis.
Kalbe juga secara bertahap meningkatkan produksi bahan baku di dalam negeri. Kartika pun menyebut telah memproduksi sejumlah produk biologis secara lokal dan membentuk perusahaan patungan dengan salah satu perusahaan asal Cina.
“Di mana kami sebagai partner minority juga berpartisipasi dalam joint venture ini untuk memproduksi beberapa bahan baku obat yang memang saat ini lebih dikhususkan untuk pasar ekspor,” ucap Kartika.