Antrian jual saham raksasa teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kian mengular. Hingga perdagangan Selasa (22/9) pukul 15.10 WIB, total antrian jual saham GOTO mencapai 393,83 juta lot atau setara 39,38 miliar saham.

Meski begitu, secara historis antrian ini berkurang dari catatan Katadata pada 9 September lalu. Saat itu, antrian saham GOTO lebih panjang mencapai 400,46 juta lot. 

Adapun jumlah saham GOTO yang beredar saat ini mencapai 1,19 triliun saham dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 59,55 miliar. Sementara itu, harga saham GOTO masih terjebak di level gocap atau Rp 50 sejak 5 Mei 2026.

Pekan depan, saham GOTO akan kembali bergerak karena Bursa Efek Indonesia akan menerapkan kebijakan penurunan harga minimal saham dari Rp 50 ke Rp 1 per saham. Artinya saham-saham yang terjebak di level gocap dapat kembali bergerak.

Analis memandang harga saham GOTO akan bergerak ke bawah karena antrian jual yang semakin mengular. Beberapa analis memperkirakan harga saham GOTO akan rontok hingga ke Rp 20-25 per saham setelah aturan ini berjalan. Investor rawan mengalami floating loss.

BEI menyatakan telah memperhitungkan hal tersebut jauh-jauh hari sebelum mengetuk kebijakan tersebut bisa berjalan. Direktur Penilaian BEI Iding Pardi mengatakan, bursa memiliki data dan memperhitungkan dampak dari penurunan harga minimum saham bagi emiten-emiten gocap.

“Kalau pun terjadi penjualan yang menekan harga itu impact-nya sudah kita ukur ke market (pasar). Tidak terlalu besar dan masih manageable,” kata Iding di gedung BEI dikutip Selasa (22/9).

Menurut dia, bursa juga telah memperhitungkan kondisi kepemilikan saham dan transaksi yang terjadi di pasar, termasuk transaksi negosiasi saham GOTO yang berlangsung di bawah harga Rp 50.

Iding mengatakan hasil simulasi tersebut menunjukkan tekanan yang muncul akibat perubahan batas harga minimum seharusnya tidak memberikan dampak yang terlalu besar terhadap pasar. BEI juga masih mengkaji sejumlah aspek lain terkait perdagangan saham, termasuk kemungkinan penambahan jam perdagangan.

Menjelang penerapan itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, kebijakan perubahan harga minimum saham ke Rp 1 yang kemudian diikuti penyesuaian kebiajakn auto rejection membuat price discovery suatu saham menjadi lebih fleksibel. Namun konsekuensinya investor harus semakin disiplin terhadap risiko.

“Terutama pada saham berharga rendah dengan likuiditas tipis, pergerakan satu atau beberapa fraksi dapat menghasilkan perubahan persentase yang sangat besar,” ujar Nafan kepada Katadata siang ini.

Nafan menyarankan agar investor fokus pada fundamental dan likuiditas perusahaan, bukan sekedar seberapa murah harga saham setelah diberlakukan kebijakan Rp 1.

“Dan apakah risiko volatilitasnya sesuai dengan profil investasinya,” kata Nafan.

Saham GOTO Berpotensi Turun ke Rp 20

Sebelumnya, Nafan memperkirakan saham GOTO berpotensi menguji level Rp 20-Rp 30 setelah batas bawah Rp 50 dicabut. Dalam skenario tekanan jual yang kuat, saham GOTO bahkan berpotensi bergerak menuju Rp 10-Rp 20.

Nafan mengatakan kebijakan batas minimum Rp 1 berpotensi menekan harga GOTO dalam jangka pendek. Kebijakan tersebut juga dapat membuka mekanisme pembentukan harga atau price discovery yang lebih sehat.

“Rekomendasi GOTO menurut saya adalah NOT RATED,” kata Nafan kepada Katadata.co.id, Rabu (9/9). 

Dia mengatakan pencabutan batas harga Rp 50 berpotensi meningkatkan volatilitas dan tekanan jual dalam jangka pendek. Namun, pergerakan GOTO selanjutnya akan sangat bergantung pada keseimbangan antara pasokan dan permintaan, likuiditas serta aksi investor besar.

Nafan juga menyoroti transaksi di pasar negosiasi yang menunjukkan saham GOTO telah berpindah tangan di kisaran Rp 23-Rp 25 per saham. Menurut dia, level tersebut dapat menjadi salah satu referensi dalam proses price discovery apabila batas bawah Rp 50 dicabut.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia pun mengatakan bukan berarti investor kapap seperti J.P. Motgan membeli saham GOTO di harga Ro 25 per saham dapat mencerminkan harga saham GOTO akan langsung bergerak ke sana. 

“Harga ekuilibrium baru terlihat ketika batas minimum Rp 50 dibuka dan seluruh supply-demand bertemu secara terbuka,” ujar Liza.

Dia menjelaskan, pembelian negosiasi yang dilakuakn J.P Morgan sebelumnya bisa mengandung odd lot dan harganya terbentuk melalui kesepakatan individual, bukan antrean terbuka seperti pasar reguler. Karena itulah, Rp 25 belum dapat disebut sebagai harga wajar atau target GOTO setelah kebijakan tersebut berlaku.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri