RKAB Entitas Astra UNTR Dipangkas 50%, Produksi Batu Bara Anjlok 22% per Agustus
Anak usaha Grup Astra yaitu PT United Tractors Tbk (UNTR) mengungkapkan dampak pemangkasan kuota produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 terhadap kinerja perseroan. Hal itu berdampak pada lini bisnis pertambangan hingga penjualan alat berat.
Direktur Keuangan United Tractors Vilihati Surya mengatakan produksi batu bara termal dan metalugi perseroan turun 4% pada semester pertama 2026 secara tahunan dan anjlok 22% selama delapan bulan tahun ini. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh pemangkasan RKAB.
Vilihati mengatakan perseroan sebenarnya memiliki kapasitas produksi hingga 15 juta ton batu bara per tahun. Namun, RKAB yang disetujui pada pertengahan Juni 2026 hanya mencapai 7,4 juta ton atau sekitar setengah dari pengajuan perseroan.
“Kita itu sebenarnya punya kapasitas bisa produksi sampai dengan 15 juta ton. Tapi pada pertengahan Juni kemarin yang baru di-approve, RKAB-nya itu baru 7,4 juta ton,” kata Vilihati dalam agenda Media Day Astra, Rabu (23/9).
Kendati demikian, dia mengatakan terdapat perkembangan positif pada Agustus 2026. Perseroan memperoleh kenaikan kuota RKAB menjadi 12,4 juta ton. Dengan tambahan kuota tersebut, UNTR berharap kinerja bisnis pertambangan dapat membaik pada kuartal ketiga 2026.
“Good news di Agustus ini, kita sudah mendapatkan kenaikan RKAB, 12,4 juta ton,” ujarnya.
Namun, perseroan masih menghadapi tantangan lain, salah satunya fenomena El Nino. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas produksi batu bara, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, perseroan mengatur strategi produksi dan penjualan. United Tractors berencana mengoptimalkan produksi dan merealisasikan penjualan pada November hingga Desember 2026.
Tantangan UNTR lainnya adalah penghentian sementara operasional tambang emas Agincourt Resources. Vilihati mengatakan perseroan tetap menjaga kondisi neraca keuangan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sepanjang 2026.
Produksi Seluruh Lini Bisnis UNTR Anjlok Selama 8 Bulan 2026
UNTR pun mencatatkan penurunan produksi di hampir seluruh lini bisnisnya selama delapan bulan tahun ini.
Perseroan mencatatkan penjualan alat berat mencapai 2.689 unit hingga akhir Agustus 2026, turun 21% dari 3.408 unit secara yoy. Produksi batu bara klien turun 3% menjadi 93,4 juta ton secara yoy dan pemindahan tanah anjlok 8% menjadi 670,2 juta bcm.
Sementara itu, penjualan setara emas anjlok 74% menjadi 42 ribu ons dari 161 ribu ons secara tahunan. Penjualan batu bara anjlok 22% menjadi 6.723 ribu ton dari 8.656 ribu ton secara tahunan.
Penjualan nikel juga rontok 26% jadi 1.060 wmt dari 1.436 wmt secara yoy. Namun pendapatan bersih perseroan spareparts dan service naik 1% sekama enam bulan pertama 2026 menjadi Rp 5,5 triliun dari Rp 5,4 triliun secara yoy.