HRTA Amankan Pasokan Emas dari Freeport demi Perkuat Bisnis Bulion

HRTA
Ilustrasi produk emas dari Hartadinata (HRTA).
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
24/9/2026, 14.54 WIB

Emiten manufaktur emas PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mulai mengamankan pasokan emas langsung dari PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk memperkuat bisnis bulion. Pada tahap awal kerja sama, HRTA telah membeli puluhan kilogram emas dengan kadar kemurnian 99,99%.

Pembelian tersebut menjadi bagian dari kerja sama pembelian emas batangan yang baru ditandatangani HRTA dan PTFI. Direktur Utama Hartadinata Abadi, Sandra Sunanto mengatakan, kerja sama dengan PTFI menjadi langkah strategis untuk memperkuat akses perseroan terhadap pasokan emas murni. Keputusan itu sekaligus untuk mendukung pengembangan bisnis HRTA. 

“Dengan semakin kuatnya akses terhadap sumber bahan baku, kami dapat meningkatkan kapasitas dan fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan pasar, baik untuk produk emas batangan maupun perhiasan, sejalan dengan pertumbuhan bisnis dan semakin berkembangnya ekosistem emas di Indonesia,” ungkap Sandra dalam keterangan resmi, dikutip pada Kamis (24/9).

Melalui kerja sama tersebut, HRTA memperoleh akses terhadap pasokan emas murni yang bersumber dari Indonesia, khususnya aset pertambangan PTFI. Pasokan tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan bahan baku perseroan dalam mengembangkan bisnis bulion.

Perjanjian tersebut mengatur mekanisme pembelian dan pengiriman emas secara bertahap sesuai kebutuhan dan kesepakatan kedua pihak. Setiap pengiriman juga dilengkapi dokumen pendukung, seperti assay certificate, sertifikat berat, serta packaging manifest yang mencantumkan nomor seri dan berat emas.

Sebagai tahap awal kerja sama, HRTA telah membeli 50 kg emas dengan kadar kemurnian 99,99%. Emas tersebut berbentuk cast bars dengan berat masing-masing 1 kg, diproduksi di fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) PTFI di Gresik, Jawa Timur, dan telah diserahkan ke fasilitas HRTA di Bandung pada 16 September 2026.

Kerja sama dengan PTFI juga memperkuat rantai pasok emas HRTA, mulai dari pengadaan bahan baku, pemurnian dan manufaktur hingga distribusi produk emas batangan dan perhiasan. Menurut perseroan, penggunaan emas yang bersumber dari Indonesia turut mendukung penguatan ekosistem industri emas dalam negeri sekaligus meningkatkan integrasi rantai nilai bisnis HRTA.

Ketersediaan pasokan emas murni dengan kadar kemurnian 99,99% juga memberikan fleksibilitas bagi HRTA untuk memenuhi kebutuhan produksi dan mengembangkan berbagai produk emas, baik emas batangan maupun perhiasan. Hal ini seiring dengan meningkatnya permintaan pasar.

HRTA membukukan pendapatan Rp 33,80 triliun pada semester pertama 2026. Torehan tersebut melesat 124,61% secara tahunan (YoY) dari Rp 15,05 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Sejalan dengan itu, laba bersih meningkat 100,86% menjadi Rp 700,01 miliar dari Rp 348,51 miliar. Kenaikan tersebut ditopang oleh melonjaknya permintaan dari segmen grosir, terutama institusi keuangan dan bullion bank. Segmen grosir masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan perseroan dengan kontribusi 89,33%. Dari jumlah tersebut, sekitar 80,34% berasal dari transaksi dengan institusi keuangan dan bullion bank.

Kinerja HRTA juga ditopang kenaikan volume penjualan dan harga emas. Volume penjualan emas murni meningkat 46,74% secara tahunan menjadi 13 ton. Sementara itu, harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) naik 53,21% menjadi Rp 2,59 juta per gram. Segmen ritel menyumbang 10,31% dari total penjualan, sedangkan bisnis gadai berkontribusi 0,33%.

HRTA mencatatkan penguatan sejumlah rasio keuangan. Return on assets (ROA) mencapai 12,33%, sedangkan return on equity (ROE) meningkat menjadi 37,37%. Di saat yang sama, rasio utang berbunga terhadap ekuitas (interest bearing debt to equity ratio) tetap terjaga di level 1,11 kali, mencerminkan struktur permodalan yang masih sehat di tengah ekspansi bisnis.

Kinerja tersebut berlangsung di tengah harga emas yang masih bertahan tinggi. Sepanjang Juli 2026, harga emas dunia rata-rata berada di level US$ 4.072,54 per troy ounce, naik 21,99% dibandingkan tahun lalu. Di pasar domestik, harga emas rata-rata mencapai Rp 2,36 juta per gram atau meningkat 34,66% secara tahunan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri