Menilik Crossing Jumbo Rp 3,06 T Saham BBCA di Tengah Rumor Masuknya Haji Isam

BCA
BCA dinobatkan sebagai bank paling dipercaya sedunia oleh majalah Newsweek dan perusahaan terbaik di Indonesia oleh majalah TIME.
30/9/2026, 17.10 WIB

Ada transaksi crossing beruntun di pasar negosiasi saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp 2,26 triliun pada 24, 28, dan 29 September 2026. Transaksi jumbo itu di tengah rumor pengusaha Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam yang dikabarkan tengah membidik perbankan raksasa itu. 

Pada Kamis (24/9), transaksi BBCA sebesar Rp 618,36 miliar. Secara rinci Rp 308,57 miliar pada sesi I di harga Rp 6.241 per saham dan Rp 309,79 miliar pada sesi II di harga Rp 6.245 per saham.

Lalu pada Senin (28/9) ada crossing lagi sebesar Rp 1,34 triliun. Secara rinci Rp 625,22 miliar pada sesi I di harga Rp 6.211 dan Rp 710,4 miliar pada sesi II di level Rp 6.209 per saham. 

Sementara itu, pada Selasa (29/9) kemarin, transaksi BBCA tercatat sebesar Rp 307,07 miliar di harga Rp6.170 per saham pada sesi II. Pada perdagangan saham hari ini, Rabu (30/9) ada crossing jumbo di saham BBCA di harga Rp 6.096 senilai Rp 802,92 miliar. 

TanggalSesiHarga BBCANilai Transaksi
Kamis, 24 September 2026Sesi IRp6.241Rp308,57 miliar
Kamis, 24 September 2026Sesi IIRp6.245Rp309,79 miliar
Total 24 September 2026Rp618,36 miliar
Senin, 28 September 2026Sesi IRp6.211Rp625,22 miliar
Senin, 28 September 2026Sesi IIRp6.209Rp710,40 miliar
Total 28 September 2026Rp1,33 triliun
Selasa, 29 September 2026Sesi IIRp6.170Rp307,07 miliar
Rabu, 30 September 2026Sesi IIRp6.096Rp802,92 miliar
Total KeseluruhanRp 3,06 triliun

Di sisi lain, saham emiten cengkraman Grup Djarum itu kini bisa ditransaksikan dengan skema short selling mulai 1 Oktober 2026. Pada tahap awal, baru terdapat dua Anggota Bursa yang dapat menyediakan fasilitas short selling, yakni PT Semesta Indovest Sekuritas dan PT Ajaib Sekuritas. 

Bantah Bakal Diakuisisi Haji Isam

Sebelumnya EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F Haryn mengatakan, informasi mengenai rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA yang beredar di media sosial tidak benar. 

“Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut TIDAK BENAR,” kata Hera kepada Katadata.co.id, Jumat (25/9). 

Dia pun mengimbau nasabah dan masyarakat untuk mengacu pada informasi dari sumber resmi perusahaan maupun media yang kredibel. Menurut dia, BCA menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip kehati-hatian, integritas, dan regulasi yang berlaku.

“Kami mengimbau nasabah dan masyarakat untuk mengakses informasi dari sumber-sumber yang resmi, baik dari situs resmi perusahaan maupun outlet media yang kredibel,” ujarnya. 

Sebelumnya, beredar rumor di kalangan pelaku pasar bahwa saham BCA akan diakuisisi oleh Haji Isam. Rumor tersebut usai pengusaha berdarah Bugis itu mengakuisisi 30% atau 10 miliar saham perusahaan batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik konglomerat Low Tuck Kwong.

 
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila