Wall Street Cetak Rekor, Saham Cip dan AI Jadi Motor Penguatan

NYSE
Bursa efek New York atau Wall Street
7/10/2026, 06.17 WIB

Bursa saham Wall Street Amerika Serikat (AS), ditutup menguat hingga mencetak rekor pada Selasa (6/10). Kenaikan ini didorong lonjakan saham teknologi dan penurunan imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah AS.

Indeks S&P 500 naik 0,58% ke level rekor 7.818,93. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menguat 253,38 poin atau 0,49% menjadi 51.521,28.

Nasdaq Composite juga naik 0,45% ke rekor 27.599,79. Indeks yang banyak dihuni saham teknologi tersebut bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang perdagangan.

Kenaikan Wall Street ditopang saham-saham produsen chip. Marvell Technology melonjak 5,8%, sedangkan Advanced Micro Devices (AMD) naik hampir 3% seiring meningkatnya optimisme investor terhadap prospek kedua perusahaan. Saham produsen chip lainnya, Broadcom, juga menguat 3,7%.

Kepala Investasi Integrated Financial Partners, Stephen Kolano mengatakan investor saat ini masih melihat sektor kecerdasan buatan (AI) sebagai pilihan investasi yang menarik. Menurut dia, investor juga mulai mengabaikan kekhawatiran terhadap inflasi, termasuk yang dipicu oleh kenaikan harga minyak dan bahan bakar.

“Investor melihat persoalan tersebut berpotensi teratasi ke depannya,” kata Kolano.

Di sisi lain, harga minyak stabil pada penutupan perdagangan. Harga minyak mentah Brent naik 0,26% menjadi US$ 100,58 per barel. Sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) hanya naik 0,01% ke US$ 89,44 per barel.

Kolano menilai tingkat suku bunga saat ini secara fundamental sudah berada di level yang semestinya. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 3 basis poin menjadi 5,281%. Sementara imbal hasil obligasi tenor 30 tahun relatif stabil di 5,655%.

Kedua imbal hasil tersebut sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 2002 pada Senin (6/10).

Menurut Kolano, investor masih mencermati potensi sumber risiko yang dapat menyebar ke pasar. Namun, kondisi pasar saat ini masih terkendali dan lebih banyak ditopang momentum, pertumbuhan laba perusahaan, dan investasi di sektor kecerdasan buatan.

Investor selanjutnya menanti publikasi risalah rapat Federal Reserve pada September yang dijadwalkan berlangsung Rabu (8/10). Risalah ini diharapkan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan bank sentral AS selanjutnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila