Membaca Arah Saham Boy Thohir AADI, ADRO hingga ADMR, Tadah Berkah Santa Rally?

Website Alamtri
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
Penulis: Karunia Putri
7/10/2026, 06.09 WIB

Sederet saham terafiliasi konglomerat Garibaldi Thohir atau Boy Thohir mencatatkan kenaikan saat saham-saham konglomerasi lainnya keok sepanjang tahun ini. Penguatan tersebut ditopang oleh kekuatan fundamental dan ekspektasi komoditas yang memadai.

Untuk selanjutya saham-saham Boy Thohir ini diprediksi akan tetap melanjutkan penguatan seiring dengan sentimen pasar terhadap komoditas-komoditas yang digenggam masing-masing emiten serta adanya santa rally di akhir tahun.

Jika dilihat secara year to date (ytd), saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melonjak 73,48% dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melesat 44,20%. Kendati demikian, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) terkoreksi 3,53% sejak awal Januari tahun ini.

Hal ini berbeda dengan konglomerasi lainnya, di mana harga sahamnya cenderung anjlok secara ytd. Misalnya saja saham Grup Barito milik konglomerat Prajogo Pangestu. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) anjlok 54,13% ytd, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) keok 69,59% dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) rontok 74,86%.

Kemudian konglomerasi Salim milik Anthoni Salim, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) hanya naik 1,48% sementara itu saham anak usahanya PT Indofood Sukses Makmur Tbk (ICBP) merosot 17,07%. Kemudian, PT Amman Mineral Tbk (AMMN) yang terperosok 30,74%

Lalu ada grup Bakrie, di mana Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) merosot 49,45% secara ytd dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turun 45%. Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry menilai saham-saham Boy Thohir, terutama AADI, ADRO, dan ADMR, masih memiliki ruang untuk tumbuh hingga akhir tahun.

“Saya masih melihat prospek positif sampai akhir tahun, ditopang fundamental grup, harga komoditas dan ekspektasi capital flow ke saham energi,” kata Elandry kepada Katadata, Selasa (6/10).

Menurut dia, AADI menjadi saham yang paling menarik dari sisi arus kas dan potensi dividen. Elandry memberikan target harga AADI di kisaran Rp 14.000-15.000 per saham.

Sementara itu, ADRO memiliki katalis dari diversifikasi bisnis, terutama pengembangan bisnis aluminium. Saham ADRO diperkirakan memiliki target harga Rp 3.000-3.300.

Adapun ADMR lebih mengandalkan prospek pertumbuhan dari bisnis batu bara metalurgi dan smelter aluminium. Elandry memperkirakan saham ADMR dapat mencapai Rp 1.900-2.100, meski memiliki tingkat volatilitas yang lebih tinggi.

Elandry mengatakan penguatan saham-saham Grup Adaro tidak semata-mata didorong oleh potensi Santa Rally. Kinerja tersebut merupakan kombinasi antara fundamental perusahaan, prospek harga komoditas, serta sentimen pasar terhadap sektor energi.

Kinerja moncer saham-saham Boy Thohir sejalan dengan kekuatan fundamental perusahaan. Hingga semester pertama tahun ini, kinerja keuangan AADI, ADRO dan ADMR melonjak dengan laba bersih yang naik double digit.

Secara lengkap, AADI membukukan laba bersih US$ 473,76 juta atau setara Rp 8,47 triliun (asumsi kurs Rp 17.899 per dolar AS). Torehan tersebut melonjak 10,51% dari laba bersih perseroan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 428,68 juta.  

Pertumbuhan laba bersih AADI diperoleh karena perseroan membukukan kenaikan pendapatan menjadi US$ 2,54 miliar dari US$ 2,39 miliar secara tahunan atau year on year (YoY). Pundi-pundi rupiah itu didapatkan perseroan dari penjualan batu bara domestik serta pendapatan dari pihak berelasi. Sementara itu, penjualan batu bara untuk ekspor kepada pihak ketiga justru mengalami penurunan.

Penjualan batu bara kepada pihak ketiga menjadi kontributor terbesar dengan nilai US$ 2,22 miliar, naik tipis dari US$ 2,20 miliar YoY. Di dalamnya, penjualan batu bara ekspor tercatat US$ 1,82 miliar, turun sekitar 2,03% dari US$ 1,86 miliar. 

Sebaliknya, penjualan batu bara domestik meningkat 16,49% menjadi US$ 400,43 juta dari US$ 343,75 juta. Pendapatan dari bisnis logistik kepada pihak ketiga tercatat US$ 21,85 juta, turun dari US$ 23,32 juta. Pendapatan lain-lain juga turun menjadi US$ 6,72 juta dari US$ 8,09 juta.

Sementara itu, ADRO membukukan laba bersih menjadi US$ 309,36 juta, nilai tersebut naik 76,83% dibandingkan laba bersih perseroan pada periode sebelumnya sebesar US$ 174,94 juta.  

Lonjakan laba seiring dengan naiknya pendapatan perseroan menjadi US$ 999,24 juta dari US$ 857,69 juta secara tahunan. Penjualan hasil tambang kepada pihak ketiga mencapai US$ 370,27 juta, melonjak 58,15% dari US$ 234,11 juta.  

Kenaikan tersebut terutama berasal dari penjualan domestik yang mencapai US$ 244,95 juta. Sementara penjualan hasil tambang untuk ekspor meningkat 40,42% menjadi US$ 125,32 juta. Selain itu, ADRO membukukan pendapatan US$ 210,12 juta dari penjualan hasil tambang kepada pihak berelasi. 

Pendapatan dari penjualan hasil tambang kepada pihak berelasi terutama berasal dari ekspor yang mencapai US$ 208,65 juta. Sebaliknya, penjualan domestik kepada pihak berelasi turun menjadi US$ 1,47 juta dari US$ 2,25 juta. 

Di sisi lain, jasa pertambangan tetap menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar ADRO. Segmen ini menghasilkan pendapatan US$ 397,30 juta pada semester pertama 2026, naik tipis dari US$ 393,79 juta setahun sebelumnya.

Kemudian, ADMR membukukan laba bersih menjadi US$ 174,17 juta hingga akhir Juni 2026. Perolehan itu naik dari US$ 140,49 juta secara YoY. Kenaikan aba seiring d engan naiknya pendapatan perseroan menjadi US$ 583,87 juta dari US$ 443,94 juta secara YoY. 

 Kenaikan pendapatan ADMR terutama ditopang oleh pertumbuhan penjualan hasil tambang kepada pihak ketiga. Pos ini mencapai US$ 370,27 juta, naik 58,15% dibandingkan US$ 234,11 juta pada semester pertama  2025. 

Selain itu, pendapatan dari pihak berelasi juga meningkat menjadi US$ 213,61 juta dari US$ 209,83 juta pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan tersebut terdiri atas penjualan hasil tambang sebesar US$ 211,54 juta dan jasa lainnya US$ 2,07 juta.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri