Nasib Saham Saraswati Usai Mundur dari TRIN, Bakal Lepas 3,92% Kepemilikan?
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mundur dari jabatannya sebagai Komisaris Utama PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN). Direktur Utama TRIN, Ishak Chandra mengatakan pengunduran diri keponakan Presiden Prabowo Subianto ini selanjutnya akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) TRIN.
Ishak mengatakan sampai dengan pengunduran diri tersebut efektif, wanita yang akrab disapa Sara itu tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya selaku Komisaris Utama TRIN. Ishak menyebut Sara berkomitmen untuk mendukung kelancaran proses transisi, sesuai dengan proses dan ketentuan korporasi yang berlaku.
“Pada 7 Oktober 2026, perusahaan telah menerima surat pengunduran diri Rahayu Saraswati selaku Komisaris Utama,” tulis Ishak dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (9/10).
Meski demikian, Ishak mengatakan pengunduran dirinya tidak memutus hubungan dengan perseroan. Ia tetap menjadi pemegang saham, baik secara langsung maupun tidak langsung, dan akan terus berkontribusi dalam kapasitas sebagai pemegang saham.
Adapun visi yang dibawanya sejak bergabung dengan perseroan, yakni mendorong pembangunan gedung dan pengembangan properti yang ramah lingkungan, memperkuat perspektif perempuan di sektor properti, dan meningkatkan kualitas dan keunggulan desain, akan tetap dilanjutkan oleh manajemen perseroan.
Berdasarkan RTI Business, Rahayu Saraswati saat ini masih menggenggam saham hingga 3,92% atau sebanyak 178,59 juta lembar saham.
“Dengan saya mundur dari komisaris utama, saya tidak, bukan berarti saya melepas saham saya, saya masih ada di situ, itu yang saya mau clarify, saya hanya mundur dari posisinya,” kata Sara ketika ditemui di Jakarta, Jumat (9/10).
Di sisi lain, dari lantai bursa, saham TRIN anjlok 80% secara year to date (ytd). Kini pada perdagangan intraday Jumat (9/10) pukul 15:13 WIB, saham TRIN anjlok 7,56% ke Rp 220 per saham dan kapitalisasi pasarnya tinggal Rp 1 triliun.