Reaksi BUMI soal Kabar Akuisisi Kideco Milik INDY
Emiten patungan Grup Bakrie–Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), merespons kabar yang menyebut perseroan bakal mengakuisisi tambang Kideco milik PT Indika Energy Tbk (INDY).
Direktur BUMI, RA Sri Dharmayanti mengatakan, perseroan tidak dapat mengomentari rumor pasar, spekulasi, maupun transaksi yang masih bersifat hipotetis. Menurut dia, setiap perkembangan korporasi yang material akan disampaikan sesuai dengan peraturan dan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku.
“Mengingat pemberitaan tersebut didasarkan pada narasumber yang tidak disebutkan identitasnya, maka perusahaan tidak dapat memverifikasi sumber maupun dasar informasinya,” tulis Sri Dharmayanti dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip pada Selasa (13/10).
Di samping itu, Sri menyebut perseroan telah beberapa kali menyampaikan arah strategis untuk mendiversifikasi usaha ke luar batu bara termal. Sementara aset yang disebutkan dalam pemberitaan juga merupakan aset batu bara termal.
“Apabila terdapat informasi atau fakta material, perseroan akan menyampaikannya sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ucapnya.
Di sisi lain, manajemen INDY enggan mengomentari spekulasi pasar soal rumor akuisisi tambang Kideco. Perseroan menyatakan tetap menjunjung prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan mematuhi seluruh ketentuan pasar modal yang berlaku.
“Setiap informasi atau perkembangan yang bersifat material akan disampaikan kepada publik secara transparan melalui saluran resmi perusahaan, sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku,” ungkap manajemen kepada Katadata.co.id, Kamis (16/7).
Sebelumnya, portal berita DealStreetAsia mengabarkan bahwa sejumlah perusahaan tambang berpotensi untuk mengakuisisi aset milik anak perusahaan INDY, PT Kideco Jaya Agung. Salah satu kandidatnya adalah BUMI.
Selain emiten Grup Salim-Bakrie itu, Rio Tinto dan Emirates Global Aluminium juga disebut sebagai calon pembeli Kideco yang asetnya bernilai Rp 18 triliun itu. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai perusahaan yang akan mengakuisisi perusahaan tambang tersebut.
Sebelumnya, Bloomberg melaporkan pada Juli 2026 bahwa INDY tengah mempertimbangkan penjualan Kideco dengan valuasi lebih dari US$ 1 miliar. Untuk menjajaki opsi divestasi tersebut, INDY disebut telah menggandeng penasihat keuangan dan menghubungi sejumlah calon pembeli guna mengukur minat awal mereka terhadap aset tambang batu bara itu.
“Pembahasan sedang berlangsung dan INDY dapat memilih untuk mempertahankan aset tersebut,” ujar seorang narasumber Bloomberg, dikutip pada Kamis (16/7).