Kongsi TPIA, Danantara dan INA Rampungkan Fasilitas Soda Kaustik US$ 800 Juta
Danantara Investment Management (DIM), Indonesia Investment Authority (INA), dan perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) merampungkan investasi proyek Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC).
Proyek industri kimia jumbo itu memiliki total nilai investasi mencapai US$ 800 juta atau sekitar Rp 14,35 triliun dengan asumsi kurs: 14.352 per dolar AS dan ditargetkan rampung pada 2027 mendatang.
Tak hanya itu, proyek tersebut dirancang untuk memproduksi sekitar 400 kilotonnes per annum (KTA) soda kaustik dan 500 KTA ethylene dichloride (EDC), dua bahan kimia yang digunakan dalam proses manufaktur dan industri.
Chief Executive Officer DIM, Pandu Sjahrir, mengatakan sejalan dengan hilirisasi Indonesia, DIM berinvestasi ke sektor-sektor yang menopang ketahanan ekonomi nasional.
Ia menyebut investasi CA-EDC ini mencerminkan jenis investasi strategis yang dapat menghasilkan nilai jangka panjang bagi Indonesia. Aksi ini juga diharapkan bisa mendukung industri dalam negeri, pembangunan kapabilitas lokal, penciptaan lapangan kerja berkualitas, dan peningkatan daya saing Indonesia.
“Kolaborasi ini juga mencerminkan peran Danantara sebagai katalis dalam mendorong partisipasi investor swasta pada proyek-proyek strategis nasional,” kata Danantara dalam keterangannbya, Kamis (15/10).
Proyek ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor, menghasilkan penghematan devisa, hingga meningkatkan ketersediaan bahan baku strategis bagi industri hilir. Termasuk rantai industri bauksit dan alumina Indonesia. Apalagi permintaan soda kaustik diperkirakan akan terus meningkat.
Per September 2026, progres konstruksi telah mencapai sekitar 80%, dengan proses pemasangan peralatan utama dan pengembangan infrastruktur pendukung. Termasuk dermaga, trestle, dan fasilitas penyimpanan.
Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, mengatakan penyelesaian kemitraan investasi strategis ini menandai langkah penting proyek CA-EDC. TPIA berkomitmen untuk pengembangan industri Indonesia.
Dengan target mulai beroperasi secara komersial pada 2027, kata Erwin, proyek ini juga diharapkan dapat menciptakan sekitar 3.000 lapangan kerja selama tahap konstruksi dan 250 posisi kerja permanen pada tahap operasional, sekaligus mendukung penguatan kapabilitas industri lokal.
Ketua Dewan Direktur INA, Oki Ramadhana, mengatakan kolaborasi antara INA, DIM, dan Chandra Asri Group dalam proyek CA-EDC menyatukan modal investasi dan keahlian industri. Pertimbangan investasi proyek berperan penting soda kaustik dan EDC dalam rantai nilai industri Indonesia, dan fundamental komersial proyek yang kuat.
“Seiring Indonesia terus mengembangkan industri hilir, proyek ini menjawab kebutuhan strategis, dengan potensi memperkuat pasokan dalam negeri dan mendukung pengembangan basis industri yang lebih terintegrasi,” ucap Oki.