IHSG Diperkirakan Lanjut Koreksi, Analis Jagokan Saham BSDE, PWON hingga MBMA

Katadata/Fauza Syahputra
Layar digital yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2026). IHSG kembali ditutup melemah dengan nilai koreksi mencapai 4,52% ke level 5.342 Sebanyak 78 saham menguat, 661 saham terkoreksi, dan 78 saham stagnan.
Penulis: Karunia Putri
16/10/2026, 06.35 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan turun pada perdagangan Jumat (16/10). Seiring dengan itu, analis merekomendasikan saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), hingga PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

Tim riset BRI Danareksa mengatakan, IHSG masih rawan terkoreksi hari ini karena pada perdagangan kemarin menembus neckline Head & Shoulders di 6.000, dengan MACD negatif dan indeks di bawah MA20 (6.133).

“Tekanan bearish berpotensi berlanjut, tetapi indeks diperkirakan bergerak dalam rentang 5.745–5.920 selama belum ada katalis signifikan,” tulis tim riset BRI Danareksa Sekuritas dikutip Jumat (16/10).

Menurutnya, jika support 5.745 ditembus, risiko pelemahan terbuka menuju 5.600. Sebaliknya, resistance 5.920–6.000 menjadi area konfirmasi pemulihan.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

Lebih lanjut dia menyebut risiko pelemahan IHSG semakin besar setelah PPI AS September melonjak 1,3% secara bulanan (mom), jauh di atas konsensus 0,5%, dengan inflasi produsen tahunan mencapai 6,3%.

Lonjakan harga energi 10,8% mom serta kenaikan biaya jasa mengindikasikan tekanan harga meluas ke rantai produksi. Sentimen ini berpotensi menjaga volatilitas pasar global, meningkatkan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama, dan menekan aset berisiko emerging markets. 

“Namun, arah dolar AS dan yield US Treasury tetap perlu dicermati sebagai konfirmasi respons pasar,” katanya.

Tim riset BRI Danareksa merekomendasikan saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).

Sementara itu analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, IHSG masih bergerak sejalan dengan perkiraan sebelumnya yaitu melemah, di mana penutupan hari Jumat ini akan menjadi penentu perkiraan pergerakan pekan depan. 

Dia menyatakan, jika IHSG ditutup di level 5.850 atau lebih tinggi, maka rebound pada pekan depan akan memiliki peluang yang sangat besar. 

Level support IHSG berada di 5.768, 5.607 dan 5.521, sementara level resisten berada di 6.128, 6.273, 6.423 dan 6.552. Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish.

Ivan merekomendasikan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri