Daftar Lengkap 80 Saham HSC Dikeluarkan dari Perhitungan IHSG, DCII hingga BYAN

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/sg
Wartawan merekam layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Penulis: Karunia Putri
19/10/2026, 18.12 WIB

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengeluarkan 80 saham dalam daftar saham konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saham-saham tersebut saat ini menyumbang sekitar 18% terhadap bobot IHSG.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, langkah ini merupakan salah satu dari dua inisiatif baru untuk melanjutkan reformasi integritas pasar modal Indonesia. Inisiatif diumumkan setelah BEI bertemu dengan MSCI pada Senin sore untuk membahas sejumlah langkah pemulihan pasar modal. 

Inisiatif pertama adalah menambahkan keterangan mengenai status afiliasi pemegang saham dalam publikasi daftar pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%. Informasi tersebut akan menunjukkan apakah pemegang saham terafiliasi atau tidak terafiliasi.

Inisiatif kedua adalah mengeluarkan seluruh saham HSC dari perhitungan IHSG untuk meningkatkan kredibilitas dan integritas indeks. Selama ini terdapat beberapa saham HSC yang cukup berpengaruh terhadap perhitungan IHSG seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII). 

“Kedua inisiatif tersebut kami harapkan dapat memberikan transparansi yang lebih baik dan data pasar yang lebih berintegritas,” kata Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Senin (19/10).

Jeffrey mengatakan, BEI akan mengumumkan lebih lanjut waktu efektif penerapan kedua kebijakan tersebut.

Dia menjelaskan  pengeluaran saham HSC dari perhitungan IHSG bukan berarti delisting atau penghapusan pencatatan saham dari bursa. Saham-saham tersebut tetap dapat diperdagangkan, tetapi pergerakan harganya tidak lagi memengaruhi pergerakan IHSG.

Sebelumnya, BEI telah mengeluarkan saham-saham HSC dari sejumlah indeks unggulan, seperti IDX30, LQ45, dan IDX80. Ke depan, kebijakan serupa akan diperluas dengan mengecualikan seluruh saham HSC dari perhitungan IHSG.

Menurut Jeffrey, langkah ini bertujuan agar IHSG lebih mencerminkan pergerakan pasar saham secara wajar. Pasalnya, saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dinilai memiliki potensi risiko yang dapat memengaruhi pembentukan harga dan pergerakan indeks.

“Untuk memberikan gambaran yang lebih wajar dari IHSG, kami akan mengeluarkan seluruh saham dalam HSC dari IHSG. Saat ini kisarannya 18%,” ujar Jeffrey.

Berikut daftar lengkap 80 saham HSC yang akan dikeluarkan dari IHSG

  1. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
  2. PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT)
  3. PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS)
  4. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
  5. PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA)
  6. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)
  7. PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI)
  8. PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA)
  9. PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY)
  10. PT Akasha Wira International Tbk (ADES)
  11. PT Temas Tbk (TMAS)
  12. PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD)
  13. PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP)
  14. PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME)
  15. PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND)
  16. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)
  17. PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT)
  18. PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP)
  19. PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI)
  20. PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD)
  21. PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO)
  22. PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE)
  23. PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA)
  24. PT Charnic Capital Tbk (NICK)
  25. PT Steady Safe Tbk (SAFE)
  26. PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)
  27. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)
  28. PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA)
  29. PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP)
  30. PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA)
  31. PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR)
  32. PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)
  33. PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)
  34. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)
  35. PT Golden Flower Tbk (POLU)
  36. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)
  37. PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)
  38. PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)
  39. PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)
  40. PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)
  41. PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)
  42. PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)
  43. PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)
  44. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)
  45. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)
  46. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)
  47. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)
  48. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)
  49. PT Bank Mega Tbk (MEGA)
  50. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
  51. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)
  52. PT Siantar Top Tbk (STTP)
  53. PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)
  54. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)
  55. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
  56. PT FAP Agri Tbk (FAPA)
  57. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)
  58. PT Soho Global Health Tbk (SOHO)
  59. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)
  60. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)
  61. PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)
  62. PT Bank Permata Tbk (BNLI)
  63. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)
  64. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)
  65. PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)
  66. PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
  67. PT DCI Indonesia Tbk (DCII)
  68. PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)
  69. PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)
  70. PT Kota Satu Properti Tbk (SATU)
  71. PT Mahkota Group Tbk (MGRO)
  72. PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)
  73. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
  74. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
  75. PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)
  76. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
  77. PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
  78. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
  79. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
  80. PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri